oleh

Tim Pakar Ungkap Penyebab Abrasi Pantai Amurang

A-TIMES,MANADO — Bencana Abrasi Pantai Amurang, Minahasa Selatan, pekan lalu yang menenggelamkan puluhan rumah warga, sebuah jembatan dan separuh jalan boulevard, tak hanya menyita perhatian masyarakat.

Tim pakar dari beberapa bidang ilmu, direncanakan terjun langsung ke lokasi kejadian untuk mengungkap penyebab terjadinya Abrasi. “Kami masih menunggu apa rekomendasi yang diberikan para pakar setelah mereka turun melakukan kajian,” sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Selatan, Thorie R Joseph di Manado, Kamis (24/6).

Tim pakar yang akan turun pada pekan depan, nantinya akan mengungkap penyebab bencana di kabupaten tersebut. Rekomendasi tim nantinya juga akan memberikan jawaban apakah wilayah tersebut masih layak huni atau tidak. “Jadi kita masih menunggu rekomendasi tim tersebut,” katanya.

Berita Terkait:  Proyek Hibah Air Seret Dua Bos PDAM Bitung

Dia menyebutkan, tim pakar tersebut terdiri dari ahli geologi, Balai Wilayah Sungai (BWS), wakil dari Universitas Sam Ratulangi serta tim terkait lainnya. Bencana di pesisir pantai Amurang, kata Thorie, belum bisa dipastikan penyebabnya. “Material yang tersapu abrasi seperti tersedot. Kalaupun dibilang likuefaksi pasti ada gempa yang terjadi waktu itu.

Mudah-mudahan setelah tim ahli turun bisa menjawab penyebab bencana itu,” katanya optimistis. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), akan membangun sebanyak 120 unit hunian sementara pascabencana abrasi Pantai Amurang.

“Saat ini dibangun hunian sementara di Kilo Dua, jalan menuju Ranoketang untuk warga yang terdampak bencana abrasi,” tambah Thorie R Joseph.

Berita Terkait:  ODSK Gandeng Unsrat Perkuat Sektor Pertanian

Menurut dia, anggaran pembangunan 120 unit hunian sementara itu sepenuhnya menggunakan dana pemerintah daerah. “Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,5 miliar dari APBD,” kata Thorie.

Dia berharap bangunan hunian sementara tersebut dapat diselesaikan pada pekan depan sehingga warga yang kehilangan tempat tinggal segera dapat  menempati rumah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tetap menjamin ketersediaan makanan untuk warga yang akan menempati hunian sementara.

“Jadi akan diatur dengan baik keluarga-keluarga yang akan menempati hunian sementara tersebut, karena bisa saja dalam satu keluarga ada delapan orang,” katanya. Hunian sementara yang dibangun Pemkab Minahasa Selatan tersebut dilengkapi bilik dan teras.(rin/*)

Editor   : Redaksi
Layout  : Didit
Sumber : Antaranews

Komentar

Rekomendasi Berita