Pemprov Sulut Jamin Seluruh Fasilitas Bagi Ratusan Pengungsi Gunung Ruang 

 

PROAKTIF:Gubernur Olly Dondokambey dengan BNPB dan pengungsi Gunung Ruang usai dialog(*)

A–TIMES,MANADO–Semua Fasilitas bagi eks pengungsi Gunung Ruang dijamin penuh pemerintah provinsi. Hal ini dikatakan Gubernur Olly Dondokambey saat dialog dengan 301 kepala keluarga pulau Ruang yakni dari desa Laing Patehi dan Paumpente diruang Mapalus Kantor Gubernur Rabu(14/5/2024). Mereka nanti direlokasi Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Tahap  awal pembangunan relokasi rencananya akan di mulai pada 1 Juni 2024, dan akan diselesaikan selama lima bulan. Semua Fasilitas umum dan sosial pendukung kawasan di lokasi relokasi pun akan disesuaikan pemerintah berdasarkan situasi yang ada di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat berdialog langsung dengan perwakilan warga Pulau Ruang menyampaikan sejauh ini ada enam fasilitas umum dan sosial pendukung kawasan di lokasi relokasi.

Berita Terkait:  Gubernur OD Hadiri Paripurna HUT kota Manado ke-398

Pemerintah pun menyiapkan balai warga dua unit, sarana olahraga dua unit, tempat ibadah lima unit, sarana pendidikan empat unit, sarana kesehatan (puskesmas/pustu) dua unit dan satu tambatan perahu.

“Pemerintah provinsi menyiapkan lahan. Saran dari pak presiden harus memilih lokasi harus sesuai kehidupan masyarakat persis di dua desa Pulau Ruang yakni pinggir laut,” jelas Olly didampingi Forkopimda juga Bupati Bolsel Iskandar Kamari dan jajarannya.

Selain itu, kata Olly, setiap nelayan akan diberikan perahu disertai mesin agar bisa digunakan untuk mencari nafkah. Pemerintah pun akan menyiapkan satu perahu berukuran 5 GT tetapi harus membentuk kelompok nelayan dan koperasi.

Berita Terkait:  Rita Tamutuan Ajak Masyarakat Gemar Membaca

“Maso (masuk) situ clear, semua ada. Kelompok nelayan nanti mo dapa perahu deng depe mesin, dapat perahu 5 GT tapi harus buat koperasi,” bebernya.

Selesai tanggap darurat, Pemprov Sulut dan BNPB akan memberikan uang tunai bulanan selama lima bulan kepada setiap kepala keluarga sembari menunggu proyek relokasi selesai.

“Dari BNPB dapat uang cash bulanan sebanyak Rp600 ribu, Pemprov juga tambah doi (uang) Rp500 ribu, jadi semua Rp1100.000,” beber Gubernur. Ia berharap semua pihak terkait proaktif terkait relokasi warga (*)

Komentar