oleh

Tiga Negara Riset Bio Energy di Kabgor

Editor : redaksi

A-TIMES,KABGOR– Sedikitnya ada tiga negara yang melakukan riset di Kabupaten Gorontalo terkait bahan baku berbasis masyarakat.Tim riset

bioenergy dari gabungan beberapa universitas tersebut datang langsung di Rumah dinas Bupati, Sabtu (29/7/2022).

tim peneliti dari tiga negara yaitu United Kingdom, Jepang dan Indonesia. Penelitian ini di pimpin oleh Prof Agustian Taufiq Asyhari, PhD dari Birmingham City University (UK) dan dibantu oleh 2 orang peneliti lainnya yaitu Dr Eng Muhammad Aziz dari The University of Tokyo dan Dr Iswan Dunggio dari Program studi Kependudukan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Gorontalo.

Para peneliti ini melakukan kolaborasi untuk menemukan spesies tanaman hutan Wallacea yang memiliki nilai tinggi untuk dikembangkan sebagai sumber bioenergy. Setelah melalui serangkaian penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 1 tahun ditemukan beberapa spesies tanaman hutan di Wallacea yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioenergy dimasa depan.

“Riset identifikasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai penghasil biofuel sekaligus potensi tanaman untuk melindungi bentang alam sekitar, berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar
hutan,’ jelas Dr Iswan Dunggio yang juga merupakan ketua Wallacea Research Centre for Biodiversity Conservation and Climate Change UNG.

Berita Terkait:  Nelson Minta GTRA Buat Langkah Nyata Atasi Masalah Agraria

Ia menerangkan, Pengembangan tanaman bioenergi pada lahan-lahan terdegradasi, didasarkan pada kebijakan Pemerintah saat terjadinya krisis energi dunia pada tahun 2006.

Salah satu kebjakan Energi Nasional pada saat itu sesuai InpresNo.1/2006 yang memberikan mandat kepada Kementerian Kehutanan,untuk berperan dalam penyediaan bahan baku Bahan Bakar Nabati (BBN), termasuk pemberian ijin pemanfaatan lahan hutan, terutama pada lahan yang tidak produktif.

“Hal ini agar tidak terjadi baku tarik kepentingan dengan lahan untuk kebutuhan pangan. Riset ini dilakukan dalam kerangka besar kegiatan COP26 Trilateral Research Initiative yang dibiayai oleh British Council jelas Prof Agustian Taufiq Asyhari selaku lead dalam program penelitian ini. Penelitian akan berlangsung sampai selama 2 tahun yang telah dimulai tahun 2021 dan akan berakhir pada tahun 2023,” terangnya.

Sementata itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo  mendukung sepenuhnya riset ini dan sangat mengharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi ganda yaitu perbaikan lingkungan hidup dan menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo khususnya juga Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Berita Terkait:  Bupati Nelson Targetkan Penurunan AKI-AKB dan Stunting di Kab. Gorontalo

Ia mengucapkan terima kasih kepada tim peneliti karena telah memberikan informasi penting terkait spesies tanaman bioenergy dan berharap dapat melakukan pengambilan kebijakan strategis dalam mendukung program nasional terkait energi baru dan terbarukan

Bupati dua periode itu juga mengatakan, maksud kedatangan tim untuk menyampaikan hasil penelitian yang didanai oleh British Council,dengan lokasi penelitian di Dulamayo Selatan, yang menunjukkan bahwa Kabupaten Gorontalo memiliki potensi tanaman penghasil bioenergy yang sangat besar untuk bisa menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan.

“Kedepannya, tim peneliti akan membuat peta tanaman bioenergy yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan bioenergy berbasis partisipasi masyarakat lokal sehingga selain dapat menjadi sumber energi terbarukan, juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan,” kata Nelson.

Bahan baku itu antata kelapa, jagung, lamtoro, aren, dan beberapa tanaman perkebunan dan tahunan lainnya yang berpotensi menjadi bioenergy. Keuntungan Gorontalo adalah kekayaan sumberdaya genetik sehingga terdapat tanaman yang sangat beragam.

“Outputnya terciptanya industri bioenergi berbasis masyarakat,” tandas Nelson.(***)

Komentar

Rekomendasi Berita