oleh

Bupati Talaud Kirim Tim Belajar SAKIP di Manado

A-TIMES.ID, MANADO — Prestasi yang diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dengan nilai BB Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, yang dipimpin Bupati Elly Lasut meminta tim bagian pemerintahan untuk belajar di SAKIP di Kota Manado.

Tim Pemkab Kepulauan Talaud tersebut Sekretaris Daerah, Dr Yohanis B.K Kamagi AP MSi dan disambut oleh Asisten I Pemkot Manado, Drs Heri Saptono.

Heri Saptono yang mewakili Walikota, GS Vicky Lumentut menjelaskan kalau Pemkot Manado telah meraih beberapakali predikat SAKIP, di tahun 2020 meraih BB dan RB B yang diserahkan langsung Menpan RB, Tjahyo Kumolo di Jakarta.

“Kami bersyukur dikepemimpinan Pak Walikota dan Wakil Walikota di periode yang kedua ini Pemerintah Kota Manado sudah tiga kali meraih predikat BB untuk penilaian SAKIP,” terangnya.

Berita Terkait:  Walikota - Wawali Manado "Gantian" Inspektur Upacara

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Yohanis B.K Kamagi tak lupa menyampaikan salam hormat dan bangga kepada Walikota dan Wakil Walikota Manado yang sudah berkenan menerima rombongan dari Pemerintah Kabupaten Talaud untuk belajar Penyusunan Laporan Kinerja dan Reformasi Birokrasi di Pemerintah Kota Manado.

“Kami yang dari Kepulauan ingin sekali datang ke Kota Manado untuk melihat dan memahami bagaimana prestasi yang luar biasa dicapai oleh Kota Manado. Saat ini Kabupaten Kepulauan Talaud sendiri masih ada pada posisi penilaian untuk SAKIP CC dan RB C. Berangkat dari apa yang dicapai oleh Pemerintah Kota Manado, kami berkeinginan untuk datang kesini menggali pengetahuan kiat-kiat seperti apa yang dilakukan sehingga mendapat nilai yang baik,” harapnya.

Berita Terkait:  Walikota Manado: Sinergitas Pemkot - Pemprov Itu Penting

Kepala Bapelitbangda Kota Manado, DR Liny Tambajong yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan, berbicara SAKIP untuk Bapelitbangda sendiri yang perlu diperhatikan adalah RPJMD.

“Nantinya dalam RKPD yang kita susun setiap tahun ada target. Pastikan saat membuat perencanaan misalnya dari kemiskinan ada 8 indikator makro, itu harus masuk dalam indikator kinerja utama. Sehingga salah satu pengukuran berhasilnya suatu kabupaten kota diukur dari baiknya indikator kerja,” papar wanita enerjik ini. (***)

Peliput/Editor; Saleh Nggiu
Layout: Syamsudin Hasan

Komentar

Rekomendasi Berita