oleh

Sumanti : Ortu Wajib Awasi Anak Jauhi Narkoba dan Tawuran

A-TIMES,KABGOR — Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade Kabupaten Gorontalo telah berhasil mempertahankan Anugerah Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Anugerah ini tentunya merupakan amanah yang harus dijaga oleh Pemerintah serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

“Anugerah KLA yang diraih atas hasil kerja keras ini wajib didukung masyarakat. Maka kepercayaan yang diberikan Kementerian PPPA itu harus diindahkan.

Olehnya menjadi kewajiban bagi orang tua dirumah dan para guru disekolah untuk mengawasi dan membimbing perilaku anak sehingga tidak mencederai predikat KLA,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupatrn Gorontalo, Dr. Sumanti Maku, M.Si, mingu (4/5).

Ia menegaskan, era teknologi dan perkembangan media sosial cenderung mempengaruhi pada pola fikir anak, sehingga dikhawatirkan akan membentuk mindset anak dan akan teraplikasikan melalui tindak-tanduk yang kurang baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Dukung SP Lanjutan 2020

“Olehnya kita semua memiliki tanggung jawab selalu mengawasi dan mengarahkan setiap aktifitas anak saat mereka menggunakan gadget. Banyak aplikasi medsos bermunculan dan itu memberi pengaruh besar bagi kehidupan anak.

Nah, sebagai daerah yang menggendol predikat kota layak anak maka sudah seharusnya kita semua meningkatkan kesadaran dalam pemanfaatan teknologi informasi,” tandasnya.

Selain itu Sumanti mengingatkan orang tua juga memiliki kewajiban secara intens mengontrol penggunaan gadget oleh anak-anak, yakni memeriksa semua aplikasi chating, melihat semua percakapan mereka, bagaimana status mereka di media sosial

. “Kita awasi jangan sampai dalam percakapan di smartphone-nya mereka saling ajak ke hal-hal yang kurang baik. Misalnya, saling ejek dimedsos yang berujung ke tawuran, apalagi sampai saling mengajak dalam penggunaan narkoba. Ini mengkhawatirkan”, katanya.

Berita Terkait:  Bupati - Kemenag Matangkan Keberangkatan JCH Kabgor

Pemanfaat media sosial di dunia maya juga dijelaskan memiliki perbedaan dengan komunikasi tatap muka. Dimesos, ungkap Sumanti, orang tidak bisa berempati ke lawan bicara.

“Medsos berpotensi menipiskan empati kepada lawan bicara,” tutup Sumanti ditemui usai mengikuti rapat Evaluasi Pra Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA Tahun 2022.

Rapat dipimpin langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo didampingi sekda Roni Sampir dan ketua gugus KLA di aula rudis Bupati Gorontalo. Hadir dalam kegiatan ini sebagai peserta adalah para pimpinan OPD yang dikoordinir oleh Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.(rin/*)

Editor  : redaksi
Layout : didit

Komentar

Rekomendasi Berita