Faked Unsrat – PKM Beber Rahasia Rawat Kulit ke PKK Girian Weru

A-TIMES,BITUNG-  Daratan Kota Bitung masuk klim tropis. Terletak di daerah katulistiwa. Membuat matahari bersinar sepanjang tahun. Bagi wanita yang sering aktivitas di luar ruangan berisiko menerima radiasi sinar matahari yang relatif tinggi.

Menurut data, pekerja luar ruangan terpapar radiasi UV dengan dosis sekurang-kurangnya 2-3 kali lebih tinggi daripada pekerja dalam ruangan. Dosis

radiasi UV harian 5 kali lipat di atas batas yang direkomendasikan secara internasional.

Sinar matahari memiliki pengaruh penting dalam penuaan kulit (photoaging), dimana  pajanan yang berlebihan dapat mempercepat proses terbentuknya kerutan dan garis-garis halus. Bisa hilankan elastisitas dan kekencangan kulit, timbulnya flek-flek kecoklatan, pelebaran pembuluh darah, hingga peningkatan risiko transformasi sel kulit ganas.

Dampak negatif ini dapat dicegah dengan upaya fotoproteksi, yaitu dengan menghindari pajanan sinar matahari yang berlebihan dan menggunakan pelindung.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya

perlindungan terhadap dampak negatif sinar matahari, Bagian Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK UNSRAT) bekerjasama dengan Puskesmas Girian Weru yang dikepalai oleh dr. Lanny Mamahit, M.Kes melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di Kelurahan Girian Weru 2

Berita Terkait:  BPK Periksa Pengelolaan Sampah, AARS Minta Camat Proaktif

Kota Bitung pada 23 November 2023.

Fakultas Kedokteran Unsrat mengirim tim kesehatan yaitu:

– dr. Grace Kapantow, Sp.DVE, Subsp.DKE, FINSDV, FAADV

– Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven., FINSDV, FAADV

– dr. Tara Sefanya Kairupan, M.Kes., Ph.D., Sp.DVE

– dr. Tilesky C. Phoanda

– dr. Paulus Mario Christopher

Grace Kapantow, Sp.DVE, Subsp DKE, FINSDV, FAADV dan tim PKM dengan Kepala Puskesmas dr. Lanny Mamahit, M.Kes.

Tim PKM menekankan akan pentingnya menghindari pajanan sinar matahari yang terik (jam 10 pagi – 4 sore), menggunakan pelindung seperti payung, topi lebar, pakaian tertutup, kacamata anti-UV, serta menggunakan tabir surya secara tepat dan teratur.

Tabir surya yang ideal harus mempunyai kemampuan proteksi dari sinar UV-A (minimal PA +++) dan UV-B (minimal SPF 30), tahan air, tidak menyebabkan alergi, iritasi, ataupun jerawat pada kulit.

Berita Terkait:  Kampanye Gubernur OD Direspon, GMIM Bakobong Hadapi Ancaman Krisis Pangan 2023

Pemakaian tabir surya yang tepat meliputi pengolesan 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, dengan dosis yang tepat (2 ruas jari untuk wajah dan leher, 4 ruas jari untuk lengan, dan 8 ruas jari untuk tungkai), digunakan

pada seluruh permukaan kulit yang tidak tertutup pakaian, dan pengulangan setiap 2 jam, bila berkeringat atau terkena air. Selebaran edukasi terkait fotoproteksi dan tabir surya. Keberlanjutan dari program ini diharapkan agar ibu-ibu TP-PKK dapat mempraktekkan ilmu

dan keterampilan yang telah diperoleh mulai dari diri sendiri dan keluarganya, serta menjadi perpanjangan tangan untuk dapat memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat di lokasi mitra bahkan masyarakat yang lebih luas terkait perlindungan dan perawatan kulit dari dampak negatif pajanan sinar matahari.(lyp)

Komentar