oleh

Moderasi Beragama Bergema di MTQ ke 29 di Bitung

A-TIMES,BITUNG — Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara sedang berlangsung di GOR Stadion Dua Manrmbo Nembo Birung.

MTQ dibuka Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi Senin (23/05/2022). Pembukaan dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, tuan rumah Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honadar, para bupati dan wali kota se Sulut.

Saat pembukaan wamen didampingi Ketua LPTQ Sulut Iskandar Kamaru SPt, Kanwil Kemenag Sulut Abu Bakar, ketua panitia MTQ Merianti Dumbela SE, para kafilah dan lainnya. Ratusan peserta dari kabupaten/kota se Sulut serta ribuan warga memadati stadion Dua Sudara.

Ratusan tenda UMKM dan tenda-tenda instansi meramaikan pelaksanaan MTQ Provinsi yang dilaksana di Kota Bitung. Ketua Panitia Merianti Dumbela SE mengungkapkan MTQ ini diikuti 483 peserta dari 15 kota/Kabupaten se Sulut. Ia menjelaskan, kegiatan MTQ diawali dengan pawai Taaruf.

Berita Terkait:  Para Toga Tolong Bantu Bangun Kota Bitung

” Juga ada pameran moderasi yang berada di seputaran lokasi depan Sport Hall Stadion Dua Sudara Bitung,” jelasnya. Sementara itu Tarian kolosal moderasi beragama ditonjolkan pada opening ceremony MTQ ke 29 tingkat Provinsi Sulut yang diikuti oleh ratusan penari dari berbagai jenis tari khas daerah.

Terkait MTQ yang digaungkan dengan moderasi agama, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, bahwa Sulut harus menerapkan moderasi beragama agar difahami semua warga . Moderasi beragama itu menciptakan suasana yang sangat indah bagi kita, bangsa, dan negara.

Berita Terkait:  Honandar Ikuti Pembekalan dari Kemendagri

“Mari kita sama-sama bumikan ini agar kehidupan bernegara kita bisa berjalan sesuai dengan amanat Pancasila,” pungkas Olly. Ia berharap, semoga MTQ tingkat provinsi kali ini akan menghasilkan Qoriah yang akan berkompetisi pada pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Kalimantan.

Sementara itu Ir Maurits Mantiri MM, menanggapi pentingnya fanatisme dalam menjalankan moderasi beragama, semua harus didahului dari kesadaran diri. ” Mari kita pahami moderasi beragama dengan baik dan benar dan dijabarkan dalam kehidupan keseharian kita,” tutupnya.(ham/*)

Peliput/Editor : Lily Paputungan
Layout              : Didit

Komentar

Rekomendasi Berita