oleh

Sebelum Balik Kanan, Mantiri Serap Ilmu di 2 SMK Jateng

A–TIMES,BITUNG — Keunggulan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memantik rasa ingin tahu Wali kota Bitung Ir Maurits Mantiri. Ketua P/KB Sinode GMIM ditemani Ketua Tim Penggerak PKK kota Bitung berkunjung ke kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mereka menyambangi 2 SMK di Kudus. Sekolah pertama adalah SMK NU Maarif Kudus disambut Kepala SMK oleh Drs. H. Ahmad Nadlib dan lainnya.

Sekolah yang memiliki 1900 san siswa ini memiliki jurusan antara lain – Teknik Komputer dan Jaringan – Teknik Otomatisasi Industri – Teknik Instalasi Tenaga Listrik – Teknik Permesinan – Teknik Pengelasan – Teknik Kendaraan Ringan – Teknik Bisnis Sepeda Motor.

“Sekolah itu sudah bekerja sama dengan perusahaan besar termasuk Daihatsu,”jelasnya. Mantiri amati serius peningkatan kualitas dan kinerja SMK untuk menjadi pusat keunggulan sesuai dengan kebutuhan industri dunia usaha kerja (IDUKA).

Pemkab Kudus merancang kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA mengkolaborasi PBET ( production based education and training ) berbentuk Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Industri (melalui Praktek Kerja Industri), Hebatnya lagi prestasi sekolah berbasis industri merebut juara 1 lomba yang diselengarakan oleh Pintar Bersama Daihatsu.

Berita Terkait:  Pangemanan Suport ASN yang Sedang Isoman

“Para siswa juga berkesempatan untuk magang di perusahaan yang ada di jepang,”kata kepsek smk NU maarif kudus. Usai dari SMK NU mereka ke SMK Raden Umar Said. Mereka diterima Kepsek SMK Raden Umar Said H. Fariddudin, S.Sn. SMK itu memiliki 1165 siswa serta memiliki 6 jurusan yaitu :

– jurusan animasi,
– jurusan desain komunikasi visual
– jurusan pengembangan perangkat lunak dan game
– jurusan desain grafika serta
– jurusan teknik grafika.

SMK dengan system digital mempunyai fokus pada kemauan anak(murid), murid. Mereka diberi ruang untuk berkreatif sesuai dengan gayanya sendiri.

Farid juga menjelaskan sudah banyak proyek yang dikerjakan para murid-muridnya. Yang terakhir Sabda Alam, film pendek berdurasi sekitar 4 menit.

Ceritanya tentang kehidupan burung satwa di alam diperdagangkan oleh manusia. Film animasi ini mendapat pujian dari menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, menteri keuangan, serta para artis dan pelaku seni lainnya.

Mantiri diajak keliling melihat seluruh ruang belajar. Di dalam ruangan tidak seperti sekolah – sekolah lain duduk di kursi. Di SMK Raden Umar Said ruang belajarnya mirip cafe, para siswa bisa rileks.

Berita Terkait:  Hari ini, Vaksinasi Anak Umur 12-17 Tahun Dimulai

Ada yang sedang mendesain sambil melantai, rebahan sesuai gaya masing masing. “Kita sangat kagum dengan cara belajar yang diterapkan oleh 2 SMK yang ada di Kudus ini.

“Ini salah satu bentuk penghargaan kepada murid-murid agar bisa berkreatif tanpa ada tekanan dari para pengajar, tapi tetap harus terus dikontrol, Untuk SMK NU Maarif Amin sendiri mereka bisa langsung mencetak para calon pekerja yang siap bersiing di bidangnya masing masing, “ini memang harus dimulai dari mindset agar tercipta SDM yang unggul.” tutup Mantiri.

Pada kunjungan itu Mantiri dampingi Asisten 1 Julius Ondang, Kadis Pendidikan Eugiene Mantiri, Kabag Kerja Sama Rio Karamoy, Kabag Hukum Budi Kristiarso serta Kabag Umum Theo Rorong , Ketua TP3 Sepakat dan David Sompie Presiden Director PT. MSM TTN Yustinus Setiawan Sustainability and External Affair Group Head,(ham/*)

Peliput : Lily Paputungan
Layout : Didit

Komentar

Rekomendasi Berita