oleh

ODSK Apresiasi Peran GBI

A–TIMES,MANADO — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw (ODSK) menyampaikan pujiannya terhadap Gereja Bethel Indonesia (GBI) atas eksistensi dan kontribusi selama ini dalam pembangunan di Provinsi Sulut.

Hal ini terungkap dalam sambutan Wagub Steven Kandouw saat membuka kegiatan Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala Gereja Bethel Indonesia se-Sulawesi Utara dan Gorontalo yang berlangsung di Aula Mapalus, Rabu (08/06).

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Gereja Bethel Indonesia yang menurut pengamatan saya pribadi maupun secara institusi sangat memberikan kontribusi positif kepada kita di Sulut.

Sekali lagi mewakili bapak Gubernur (Olly Dondokambey, red) saya menyatakan dengan jujur bahwa Pemerintah Provinsi Sulut sangat membutuhkan kerjasama Gereja Bethel Indonesia Sulut,” katanya.

Dikatakan Wagub, selama kepemimpinan ODSK seluruh pekerja-pekerja rohani Gereja di Sulut semua mendapatkan asuransi termasuk pendeta-pendeta Gereja Bethel Indonesia. “Dan asuransi kita ini untuk kecelakaan dan kematian,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengatakan Sulut dalam 15 kabupaten kota 2,6 juta penduduk dan gereja hampir 4 ribu secara kuantitas menurut laporan BPS demografi Sulut 73% menganut nasrani dan dari 34 Provinsi di Indonesia salah satu dominan nasrani Sulut.

Berita Terkait:  KPU Sulut Sosialisasikan 3 SOP

“Dalam sisi yang lain walaupun kondisi demografi seperti itu sulut dijuluki Provinsi yang paling harmonis, salah satu dari tiga provinsi yang paling bahagia bukan cuma nasrani tetapi non nasrani juga bahagia tinggal di sulut,” jelasnya.

“Karena kita betul-betul mayoritas 73% membawa kedamaian, sukacita, ketenangan, makanya jangan heran kalau pertumbuhan penduduk di Sulut bukan karena kelahiran tetapi banyak imigrasi,” tambahnya Diungkapkan Wagub,banyak yang menjadikan Sulut ini ‘second home’.

“Banyak dari berbagai provinsi menjadikan Sulut second home dan rata-rata yang mempunyai keuangan lebih mempunyai rumah kedua di Sulut,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pdt Hanny Pantouw mengatakan kegiatan Sidang Majelis Daerah GBI Sulawesi Utara dan Gorontalo adalah agenda tahunan biasanya kita laksanakan 2 hari. Tapi karena situasi dan kondisi kita melaksanakan hanya 1 hari.

Berita Terkait:  OD: Komoditi Jagung Penyumbang PE Sulut

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun menyebutkan sedikitnya ada 400-an gembala sidang hadir dan mengikuti sidang ini yang melibatkan Pengurus Badan Pimpinan Pusat (BPP) GBI.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta DR Rubin Adi Abraham MTh., MA., selaku Ketua Umum BPP Badan Pengurus Pusat (BPP) Sinode GBI secara live streaming dari Jakarta. Dalam khotbahnya Pdt Adi menegaskan tentang penanaman Gereja lokal secara kualitas dan kuantitas.

Dalam hal ini diia menyemangati hamba Tuhan para gembala gereja lokal untik terus tumbuh dengan menambah gereja lokal. “Musti menginjil gereja lokal secara kuantitas dan bukan hanya secara kualitas. Gembalakan gereja lokal untuk terus tumbuh,” pungkasnya.

Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan sidang pleno. Suasana selama sidang berlangsung alot namun berlangsung lancar, aman dan sukses. Turut hadir Forkopimda Provinsi Sulut, Kepala Inspektorat Provinsi Sulut Meky Onibala, Ketua FKUB Sulut Lucky Rumopa, dan lainnya.(rin/*)

Peliput : Lily Paputungan
Layout  : didit

Komentar

Rekomendasi Berita