oleh

Kecabjari Dumoga Mulai Terapkan Restorative Juctice

A-TIMES,BOLMONG – Proses penegakan hukum melalui pendekatan keadilan restoratif (Restorative Juctice) dalam penyelesaian  perkara tindak pidana mulai diterapkan oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Kecabjari) Dumoga, Kabupaten Bolmong.

Penerapan restorative justice (RJ) ini diberlakukan oleh pihak Kacabjari pertama pada kasus penganiayaan yang belum lama imi terjadi di Desa Torout Kecamatan Dumoga Barat, Senin (6/12/2021).

Dalam RJ tersebut, pihak Kejaksaan melakukan mediasi dan perdamaian antara korban penganiayaan dengan tersangka dimana Jaksa Penuntut Umum berperan sebagai fasilitator.

“Hal ini bertujuan untuk memulihkan kembali keadaan seperti semula antara pelaku dengan korban. Upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan dengan cara cepat dan tanpa biaya ini baru pertama kali terjadi di Cabjari Kotamobagu di Dumoga,” ujar Kepala Kecabjari Dumoga, Edwin Tumondo.

Menurut Jaksa murah senyum ini, penerapan RJ   mengacu pada Peraturan Jaksa Agung nomor 15 Tahun 2020.

Berita Terkait:  Hadiri HUT Bolmong, Wagub : Pemprov Dukung Sejuta Persen PT KIMONG

“Definisi keadilan Restoratif yaitu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain  yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan,” jelasnya.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative dilaksanakan dengan asas keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas, pidana sebagai jalan terakhir , cepat sederhana dan biaya ringan,” jelas Edwin lagi.

Edwin mengharapkan, dengan adanya media RJ tersebut mampu menyelesaikan perkara tindak pidana ringan (Tipiring) selesai tanpa ke meja hijau.

“Penghentian Penuntutan tindak pidana diluar persidangan yang dimana kami dalam melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif pada perkara ini berdasarkan Perja yang dimana dalam melakukan penegakan Hukum harus memperhatikan hati Nurani, Keadilan Restoratif,” terangnya.

Berita Terkait:  Rolling Pejabat Bolmong Dikabarkan Desember

Lanjutnya, penuntutan berdasarkan RJ atau Keadilan Restoratif, dimana terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. “Diantaranya, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun kurungan,” urai mantan Kasie Pidum Kejaksaan Bitung itu.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Dr. Fadil Zumhana, mengapresiasi dan mendukung penuh kerja keras tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga dalam pelaksanaan Penghentian Penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Sekedar diketahui, proses RJ dipimpin oleh Edwin Tumundo, didampingi kasubsi Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Khusus Caecilia Septin B, di Aula kantor Cabjari di Dumoga. (***)

Peliput/Editor : Suprianto Suwardi
Layout             : Syamsudin Hasan

Komentar

Rekomendasi Berita