Upacara Adat Tulude, Wali Kota Imbau Jaga Warisan Budaya Sebagai Fondasi Moral,Etika dan Kearifan Lokal 

PROAKTIF: Wali kota Hengky Honandar dan Wakil Wali kota Randito Maringka saat upacara Adat Tulude.(*)

A–TIMES,BITUNG– Harmonisasi berarti membangun Bitung dengan menjunjung persatuan, toleransi, dan saling menghargai dalam perbedaan. Tidak boleh ada sekat yang memecah persaudaraan. Justru dari keberagaman itulah Bitung bertumbuh, berdiri kokoh, dan bergerak maju. Hal ini dikatakan Wali kota Bitung Hengky Honandar Jumat(30/1/2026) saat sambutan pada upacara adat Tulus yang digelar di halaman kantor Wali kota Bitung.Ia berharap nilai-nilai luhur dalam Upacara Adat Tulude terus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi moral dan etika. Ia juga berharap semangat kebersamaan dan hidup rukun dalam keberagaman senantiasa menjadi roh dalam setiap langkah pembangunan  Kota Bitung.

banner

Hadir Wakil Wali kota Randito Maringka, Sekot Ign Rudy Theno ,ketua TP PKK Ellen Sondakh, sekretaris TP PKK Jacynta Maribel Gumolung ketua Panitia Alfred Salindeho dan seluruh jajaran Forkompinda. Honandar menegaskan upacara Adat Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perwujudan iman, rasa syukur, dan pengharapan masyarakat Nusa Utara yang relevan dengan arah pembangunan Kota Bitung. Tulude menjadi momentum spiritual dan kultural untuk menutup tahun yang telah berlalu sekaligus menata langkah memasuki tahun yang baru dengan hati yang bersih dan semangat yang diperbarui.

Berita Terkait:  Mantiri Warning Kepsek Baru Berinovasi

Pada upacara tersebut,  Honandar juga menerima gelar adat Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjaga serta memelihara negeri. Hengky menyebut gelar adat itu sebagai amanah moral untuk memimpin dengan keadilan, ketulusan, dan keberpihakan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Wali kota memberi apresiasi kepada masyarakat keturunan Nusa Utara di Kota Bitung yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan Upacara Adat Tulude di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Menurut dia, komitmen mempertahankan tradisi leluhur merupakan bentuk kecintaan terhadap identitas budaya sekaligus kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah budaya daerah.

Berita Terkait:  Wali kota dan BPJS Kesehatan teken MoU Sepakat Perpanjang UHC

Honandar juga menambahkan dalam satu tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka, pemerintah berupaya menata kembali roda pemerintahan agar lebih tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Hengky juga menegaskan komitmen memberikan ruang partisipasi yang luas bagi putra-putri keturunan Nusa Utara untuk terlibat aktif dalam pemerintahan dan pembangunan Kota Bitung.” Mari kita rawat warisan budaya ini sebagai kearifan lokal bagi generasi yang akan datang ,” pungkas Wali Kota.(*)

Komentar