oleh

Tiga Nona Bitung Bersinar di Kontes Pemilihan Nyong Noni Sulut

Oleh: Leonardo Axel Galatanf

SEJARAH PANJANG:

Sejak Kota Administratif, Bitung sudah aktif mengirimkan dutanya ke kontes Nyong Noni Sulut. Tepatnya sejak iven pemilihan duta wisata itu digelar di penghujung 1970an. Hanya saja, di masa- masa itu, utusan Kota multikultur “hanya ditunjuk” dari kalangan mahasiswa asal Bitung yang sedang studi di IKIP dan Unsrat. Pasalnya, pada masa itu, Bitung belum ada iven untuk menyaring duta pariwisata.

Nanti 1986, saat kota ini mulai dinakhodai SH Sarundajang barulah diadakan Pemilihan Nyong Noni Bitung yang kelak diprotes oleh Dinas Pariwisata Propinsi karena dianggap mendompleng tajuk Nyong Noni Sulut. Akhirnya, (kebetulan) saya yang dipercayakan mencari nama pengganti, menawarkan nama Pemilihan Putra Putri Bitung yang langsung disetujui oleh SH Sarundajang.

Berita Terkait:  ODSK Hebat, Investasi Sulut Tembus Rp.1,7 Triliun

Nah, dalam perjalanan panjang itu, setidaknya ada tiga orang Putri Bitung yang akhirnya meraih makhota Noni Sulut. Mereka adalah Ester Mantiri yang terpilih Noni Sulut 1997, Hillery Tuwo Noni Sulut 2013, dan Yvette Rondonuwu yang tadi dinobatkan sebagai Noni Sulut 2022.

Berita Terkait:  Maknai 14 Februari, GAMKI-PMI Sulut Gelar Donor Darah

Sedang untuk Nyong Sulut ada dua orang, yakni Nick Adicipta Lomban Nyong Sulut 2010 dan Brayen Pangemanan Nyong Sulut 2012. Selebihnya adalah gelar Wakil I Nyong Noni mampun Harapan serta gelar atribut lainnya. Khusus Tahun ini, selain Ivette Rondonuwu yang meraih gelar utama Noni Sulut, tiga utusan Kota Digital juga tidak pulang dengan tangan hampa. Masing-masing dr Yoel Montolalu meraih gelar Nyong Sulut Harapan II, Jonathan Bojo Nyong Intelegensia dan Jessica Bullu Noni Sulut Favorit.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita