Realisasi PPB, PAD Naik Drastis, Wali Kota Apresiasi Kinerja Bapenda 

A—TIMES,BITUNG–Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Retribusi serta EPRA diruang Sarundajang kantor Wali kota Bitung Rabu(13/5/2026) Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) yang dipimpin Theo Rorong mencatat realisasi PBB-P2 meningkat drastis hingga 302,98 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp1,98 miliar menjadi Rp8 miliar. Capaian tersebut sangat fantastis dan diapresiasi Wali kota Bitung Hengky Honandar dan wakil wali kota Randito Maringka. Data yang dihimpun sebanyak 18.360 SPPT telah memanfaatkan program diskon dengan nilai realisasi mencapai Rp2,61 miliar. Sementara itu,hingga 30 April 2026, realisasi PAD mencapai Rp37,84 miliar atau 36,39 persen dari target Rp104 miliar. Pemerintah juga memberikan total diskon sebesar Rp560,89 juta dengan penerimaan denda mencapai Rp109,13 juta. Honandar  menegaskan pentingnya peningkatan PAD sebagai langkah memperkuat kemandirian fiskal daerah. Ia juga menegaskan  PAD menjadi indikator utama dalam mengukur tingkat kemandirian fiskal suatu daerah. Menurutnya masih banyak daerah yang bergantung pada dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat akibat kecilnya PAD dan belum optimalnya pengelolaan potensi pendapatan daerah.” Bitung harus  lebih mandiri dalam menggali potensi PAD agar tidak terus bergantung pada dana transfer pusat,” kata Honandar. Sementara itu2026 Kota Bitung menerima dana TKD sebesar Rp537,86 miliar. Jumlah itu menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp691,06 miliar. ” Ini menjadi  tantangan  tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional,” pungkas Honandar. Hadir  kepala SKPD, lurah dan camat.*)

Berita Terkait:  Perumda PDAM Dua Sudara, Benahi Infrastruktur Cegah Pungli demi Kepuasan Konsumen
Berita Terkait:  Kelurahan Batu Putih Diusulkan Jadi 'Ikon' Kampung Agraria

 

Komentar