ODSK Bakal Kabulkan Mimpi Om Sam Ratulangi

A-TIMES.ID, MANADO – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut telah memulai pembahasan awal rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sulut 2022-2026.

Menurut personel pansus, Sandra Rondonuwu, setelah melihat RPJMD tersebut, dia menilai sangat luar biasa dan sungguh hebat.

“Karena RPJMD ini saya melihat pemerintah mampu mengimplementasi apa yang menjadi visi misi dari Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw,” ujarnya.

Dia mengaku tertarik dengan isu utama dari RPJMD ini yaitu tentang Sulut menjadi super hub di Kawasan Indonesia Timur.

“Super Hub itukan adalah program untuk meningkatkan status bandara maupun pelabuhan yang melayani penerbangan atau jalur eksplor langsung ke negara-negara tujuan internasional. Konsekuensi dari itu adalah akan menarik semua potensi yang ada di wilayah Sulut, maupun di sekitar kita untuk kemudian itu akan menjadi potensi yang harus dikembangkan di daerah kita ini,” terangnya.

Oleh karena itu, dia mendorong supaya misalnya di bidang pertanian harus ada wilayah-wilayah yang ditetapkan untuk menjadi wilayah pertanian organik.

“Karena dibutuhkan oleh negara lain dari kita adalah pertanian-pertanian organik bahkan sampai rica pun, misalnya Japan meminta dari kita supaya harus organik, bawang merah harus organik, wortel atau kentang pokoknya semua itu harus organik,” paparnya.

Kemudian juga melihat bagaimana tentang jalur perdagangan. Apa lagi sudah di buka penerbangan ke Japan, Korea dan sebagainya.

Berita Terkait:  Mewoh: SPIP Harus Konsisten Dilaksanakan

“Oleh karena itu harus juga di dorong supaya hasil-hasil produksi kita yang di bawa ke sana itu memang dari Sulut, lalu langsung ke negara-negara tersebut. Tidak lagi harus dari Sulut ke Surabaya atau ke daerah lain. Sebab itu memakan waktu yang cukup lama. Sementara jarak tempuh kita dari Sulut menuju ke negara-negara tersebut adalah sangat singkat,” jelasnya.

Inilah yang kemudian harus dilakukan terobosan. Memang sudah ada. Tapikan hanya 1 1 minggu 1 kali.

“Padahal lebih banyak kita juga bawah ke Surabaya dulu. Jadi mestinya ikan kita atau produksi kita di bawa ke Surabaya kemudian lewat lagi ke laut kita atau ke daerah kita ini untuk ke negara-negara lain, tentu sangat memakan waktu,” ucapnya.

Selain itu juga dia melihat tentang transformasi digital di Sulut yang sudah disebut-sebut dengan cyber provinsi. Artinya pemerintah harus mengimplementasikan teknologi informasi dan aspek pelaksanaan tersebut.

“Yang saya lihat kita punya peluang pasifik Cabelike network yang seharusnya ini sudah disambungkan dengan palaparing. Seiring dengan itu, harus memikirkan agar infrastruktur percepatan tranformasi digital segera ada, sambungan kabel laut pasifik dengan palaparing itu terkoneksi, jika terkoneksi akan menjadi provinsi dengan internet tercepat di Indonesia. Jadi Sulut bisa menjadi backbon data centre di Indonesia,” paparnya.

Berita Terkait:  Gubernur OD: SDM Handal Harus Sejalan Kerohanian

Jadi, lanjut dia, visi misi Olly-Steven dan transformasi digital itu harus memang dipahami. Karena ini sangat penting, dan yang akan bawa Indonesia, yang akan membawa Sulut untuk berada, atau terdepan di kawasan asia pasifik.

“Memang ketika saya membaca RPJMD sebagai penjabaran dari visi misi ODSK 2022-2026 dengan cermat, berarti inilah perwujudan yang akan dilakukan oleh Olly Dondokambey terhadap mimpi Sam Ratulangi.

“Jadi, Olly Dondokambey mampu berpikir ke depan, mampu berpikir bagaimana menjadikan Sulut sebagai daerah yang hebat dan luar biasa di kawasan pasifik Indonesia timur. Mimpi om Sam Ratulangi seperti itu. Jadi seperti kata om Sam, cita-citaku sampai di Gunung Klabat. Tapi sayang kakiku hanya sampai di Airmadidi. Maka di tangan Olly Dondokambey, Sulut mampu menjadi daerah yang sebagaimana harapan Om Sam Ratulangi. Bapak Olly Dondokambey mampu berada di puncak Gunung Klabat. Ini sangat luar biasa. Apa yang menjadi program-program dari OD untuk membawa Sulut lebih hebat di kawasan asia pasifik,” tutupnya. (***)

EDITOR: IDHAM MALEWA
Layout; Syamsudin Hasan
Sumber: Harimanado

Komentar