oleh

MAJELIS TAHKIM SI KE-41, Syarikat IsIam Kembali Ke – Laweyan Solo

A-TIMES, SURAKARTA – Majelis Tahkim (Kongres Nasional) Syarikat Islam Ke-41, digelar di Hotel Novotel, Surakarta Jumat – Minggu (3-6) Desember 2021.

Kegiatan Majelis Tahkim itu mengambil tema ; Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0. Pembukaan Majelis Tahkim ke-41 dihadiri oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta para tokoh Syarikat Islam baik pusat maupun yang datang dari berbagai daerah.

Beberapa diantaranya Ketua LT (Laznah Tafidziah) DR Hamdan Zoelva, Wakil Ketua DPR-RI Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua Dewan Pusat Ahmad Ferial.

Setelah pembukaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di daulat terlebih dahulu memberikan sambutan karena harus menuju acara yang lain.

Dalam sambutannya Gubernur Ganjar Pranowo berterima kasih atas niat baik Syarikat Islam yang melaksanakan Kongres Nasional di Solo. Karena bagaimanapun Solo terkhusus Laweyan adalah tempat lahirnya Syarikat Islam yang awalnya bernama SDI. Menyinggung tentang tema Majelis Tahkim yang mendorong kaumnya untuk menghadapi era masyarakat 5.0, Ganjar bersimpati atas kepekaan teknologi SI. Sementara Ketua Umum Laznah Tanfidziah Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva dalam sambutannya menyampaikan, sedianya Majelis Tahkim ke-41 akan dilaksanakan secara meriah menghadirkan seluruh pengurus dari seluruh Indonesia.

Berita Terkait:  Menteri Bahlil dan Gubernur OD Tinjau Lokasi Peti Kemas Bitung

Akan tetapi musibah Covid-19 telah membuat niat tersebut harus diredam. Selanjutnya Ketum LT Hamdan Zoelva menyampaikan kebahagiaan dengan perkembangan Syarikat Islam dalam lima tahun terakhir.

Bangkitnya kembali organisasi-organisasi serumpun Syarikat Islam diantaranya ; WSI, PMI, Pandu Siap, Perisai dain lainnya. Hamdan juga menyampaikan tentang posisi Syarikat Islam kembali ke azzimut (khitah) dakwah ekonomi, menjaga jarak yang sama dengan kekuatan partai politik, serta memberikan beberapa saran dan kritik kepada pemerintah terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Berita Terkait:  Pemkot Bitung Apresiasi Bank Indonesia

Pendidikan harusnya tidak hanya diarahkan kepada peningkatan kwalitas belajar anak didik tapi abai dalam memperhatikan aspek akhlak dan kebudayaan.

Soal ekonomi sudah saatnya istilah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah ) diubah menjadi UKM (Usaha Kecil Mandiri). UMKM seakan-akan terus meminggirkan dan menganggap negatif peran masyarakat, padahal di era pandemi justru ekonomi Indonesia bisa bertahan 60% karena peran UKM.

Hamdan juga menjelaskan bahwa tema Kongres dalam menghadapi era masyarakat 5 : 0 dimana salah satunya adalah pengembangan teknologi Block Change dalam menata keseluruhan program dan aktivitas Syarikat Islam ke depan.(***)

Oleh : Abid Takalamingan

Komentar

Rekomendasi Berita