oleh

Haru Biru Warnai Pisah Sambut KBD Kemenag Manado

A-TIMES,MANADO — Acara pisah sambut Kepala Diklat Kemenag Manado, Dr. H. Khaeroni, M.Si, yang digelar Sabtu (25/6) akhir pekan lalu penuh haru.

Kesan mendalam yang ditinggalkan pejabat lama Khaeroni, membuat jajaran di bawahnya ikut merasa sedih ketika akan ditinggal menjalankan amanah baru sebagai KBD Kemenag Banjarmasin.

“Bapak itu terlalu baik untuk seorang atasan yang tak pernah memandang rendah bawahannya. Semuanya diperlakukan sama seperti seorang ayah kepada anaknya,” ungkap Sulistyono, salah satu petugas cleaning service.

Pernah sekali, kata Sulistyo, dia dan teman- teman didapati bosnya itu sedang makan mi instant di kantin belakang. “Eh tau-tau bapak ikut nimbrung bersama di kantin, sembari memesan mi instant dan makan bersama kami,” kata Sulistyo di sela-sela acara pisah sambut. Sulistyo juga tak lupa berkisah ketika dia dan bosnya itu di Kota Poso, Sulawesi Tengah.

” Bapak suruh saya bawa mobil, padahal bapak sendiri tahu kalau saya belum lancar berkendara. Selain itu, saya dan bapak sama-sama tidak mengenal medan karena memang baru sekali itu ke poso,” kata Sulistyo, yang disambut gelak tawa para pegawai lainnya. Lain lagi dengan pengakuan Hj Hindun Thayeb, pensiunan BDK Manado.

Berita Terkait:  dr. Zainal: PPKM Level 4 Jangan Dianggap Enteng

” Pak Kabalai tidak pernah melupakan kami para pensiunan. Kami selalu diundang hadir dalam setiap acara-acara penting BDK Manado dan selalu diberikan hadiah,” ujar Hindun yang tak mampu menahan dua bulir air matanya. Sulistiawaty Paita, S.E,.M.Si, salah satu staf pengajar di kantor BDK Manado, juga punya pengakuan serupa.

“Bapak orangnya baik skali, selalu jadi teladan. Orangnya mengayomi, tak pernah marah kepada bawahan, bahkan kami ini dianggap seperti anaknya sendiri,” aku Lilis Paita kepada ATIMES, Minggu (26/6) kemarin.

Acara pisah sambut tersebut juga dihadiri Irma Abudju, isteri tercinta Dr. H. Khaeroni, M.Si, yang mulai pekan ini akan mengemban amanah baru sebagai Kepala BDK Banjarmasin.

Khaeroni sendiri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pegawai BDK Manado. ” Disini (Manado) adalah tempat saya meniti karir mulai dari staf pelaksana, jadi perencana, kepala seksi teknis, kasubag TU sampai menjadi kepala balai,” kata Khaeroni.

Berita Terkait:  Abid Disambut Suka Cita Jamaah Masjid Ash Sholihin - Dendal

Karena itu, dirinya memahami betul situasi kantor dan keadaan semua pegawai yang rata – rata masih muda dan memiliki anak balita. “Makanya setelah menjadi Kabalai, yang pertama saya bangun adalah Children Room, ruangan bermain untuk anak-anak pegawai yang ke kantor membawa anaknya,” terang Khaeroni yang disambut riuh tepuk tangan segenap undangan.

Khaeroni akan digantikan oleh pejabat baru Muis Riadi, SH, M.Si, yang ikut hadir bersama isteri. Sebelum bertugas di Manado, Muis adalah Kepala BDK Ambon.

Muis yang ikut diberi kesempatan tampil di podium, mengaku terkesan dengan suasana acara pisah sambut hari itu. Putera asal Bugis, Makassar ini mengungkapkan bakal melanjutkan apa yang sudah menjadi budaya pejabat lama.

” Prinsip saya, dimana kaki berpijak disitu langit dijunjung,” aku Muis kemudian. Acara hari itu diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari pegawai BDK Manado. (rin/*)

Editor : redaksi
Layout : didit

Komentar

Rekomendasi Berita