Pariwisata dan Perdagangan Indikator Pertumbuhan Ekonomi di 2026

 

A—TIMES,MANADO– Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengungkaplan  indikator perbankan di Sulawesi Utara pada Triwulan IV 2025 menunjukkan pertumbuhan kinerja kredit sebesar 5,91% (yoy) dengan kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL 2,55%. Lebih lanjut, DPK masyarakat tumbuh lebih tinggi sebesar 10,99% (yoy) sehingga menghasilkan LDR 166,72%. Hal ini dijelaskan Supratikto pada agenda Refreshment Jurnalistik 2026 di kantor Bank Indonesia Sulut Kamis (26/2/2026). Ia mengungkapkan Suku bunga BI sepanjang tahun 2025 telah turun 100 bps menjadi 4,75%, namun transmisi ke suku bunga DPK masih sangat terbatas (deposito – 32 bps) dan suku bunga kredit juga relatif lambat yaitu Kredit Investasi (KI) – 59 bps, Kredit Konsumsi (KK) – 46 bps dan Kredit Modal Kerja (KMK) – 21 bps. Berdasarkan jenis kredit, pangsa terbesar masih didominasi oleh Kredit Konsumsi (59%) yang secara tidak langsung meningkatkan konsumsi Rumah Tangga. “Namun demikian, perlu dilakukan upaya diversifikasi untuk meningkatkan kredit produktif melalui Kredit Investasi (16%) dan Kredit Modal Kerja (25%) sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi sektor riil,” pungkasnya. Untuk itu, diperlukan sinergi bersama OJK dan perbankan guna mengakselerasi kredit produktif secara prudensial. Supratikto juga   menambahkan Berdasarkan kinerja makroekonomi dan intermediasi perbankan Sulawei Utara sebelumnya, ekonomi pada 2026 diprakirakan akan tumbuh menguat dibandingkan capaian tahun 2025. Hal ini didorong oleh peningkatan akseptansi digital disertai Pemulihan sektor pariwisata seiring pembukaan rute penerbangan baru dan penambahan frekuensi penerbangan, baik internasional maupun domestik serta  peningkatan perdagangan internasional ditopang oleh potensi reaktivasi Direct-CallIndonesia–Tiongkok melalui Pelabuhan Bitung.(*)

banner

 

Berita Terkait:  Dipadati pengunjung,Urban Economy Festival Meriah

Komentar