BI Sulut dan Pemangku Kepentingan Dorong Kepala Jadi Tumpuan Ekonomi Baru 

A–TIMES,MANADO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi yang dirangkai Bincang Ekonomi, Kamis. Bertempat di Hotel Four Points Manado, forum ini mengangkat tema tentang bagaimana kelapa bisa didorong menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Hadir sebagai narasumber Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas Sukmo Harsono, Guru Besar IPB University Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, dan Direktur Plan Management PT Cargill Indonesia Amurang Imelda Judith Tandako.  Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Purwanto mengatakan forum ini sekaligus menjadi tempat menyampaikan gambaran kondisi ekonomi daerah triwulan terakhir. “Harapannya ada kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan kampus. Supaya laju ekonomi Sulut ke depan bisa lebih baik,” kata Purwanto.Dalam pembahasan, perhatian khusus diberikan pada komoditas kelapa. Penguatannya, kata dia, dimulai dari kebun. Setelah itu perlu ada pengolahan lanjutan, pengembangan produk baru, dan dibukanya akses pasar yang lebih luas.BI Sulut mencatat laporan perekonomian provinsi terbit tiap 3 bulan. Data di dalamnya diambil dari survei, statistik, dan masukan berbagai lembaga. Acara dibuka Asisten II Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan mewakili Gubernur. Ia menyampaikan apresiasi atas peran BI dalam menyediakan data dan arahan kebijakan. “Informasi dari BI membantu kami melihat posisi ekonomi daerah. Rekomendasinya juga jadi bahan untuk menyiapkan program ke depan,” ujar Jemmy. Ia menambahkan, kelapa sudah lama menjadi ciri khas Sulut dan menopang hidup banyak keluarga. Ke depan, pola lama menjual kopra saja dinilai perlu dilengkapi. “Kalau mau memberi nilai lebih, rantai kelapa harus ditata dari hulu ke hilir. Dengan begitu petani juga bisa merasakan manfaatnya langsung,” kata Jemmy membacakan sambutan Gubernur.Lewat diskusi ini BI Sulut berharap terkumpul ide dan langkah praktis. Tujuannya agar rantai kelapa di Sulut semakin kuat dan memberi kontribusi nyata bagi ekonomi daerah.(*)

Berita Terkait:  Pacu Digitalisasi Daerah, Manado peringkat 1 TP2DD Terbaik
Berita Terkait:  CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital dimoment Natal dan Tahun Baru 2026

 

Komentar