APM Rajut Silaturahmi Wawali RS dan Wartawan Muslim, Saat Diskusi Ringan Banyak Hal Terungkap

A-Times.id,Manado-  Forum silaturahmi yang digagas Aliansi Pers Manado (APM) antara Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang (RS) disertai buka puasa bersama (bukber) wartawan mendapat apresiasi Wakil Wali Kota (Wawali) RS.

Meski di tengah suasana hujan, bukber yang rutin digelar APM bisa dihadiri Wawali RS dan puluhan wartawan baik pengurus dan anggota APM maupun belasan wartawan muslim di luar paguyuban di Teras Sparta Tikala, Jumat (13/03).

DIALOG: Wawali Richard Sualang ditemani wartawan senior Idham Malewa dan Ketua APM Steven Rondonuwu saat dialog yang dipandu Yurni Lakoro dan Sekretaris APM

Wawali RS tampil bersahaja. Dengan ciri khasnya tidak formal tapi elegan. RS kenakan kaos oblong hitam dengan peci hitam. Mantan anggota DPRD Sulut tiba di lokasi sekira pukul 17.00 Wita. RS datang tanpa pengawalan berlebihan. Puluhan wartawan yang telah ada disalami satu per satu ayah dari Kiane Sualang.

Acara silaturahmi dan bukber berjalan mengalir. Suasana terasa terasa akrab dan familiar antara Wawali dan jurnalis.

Bukber dihadiri langsung Kadis Kominfo Noviyanti Ningsi Mongkau. Dari APM hampir semua hadir, Ketua APM Steven Rondonuwu alias Teba disertai sekretaris Donny Sumilat  serta pengurus dan anggota  di antaranya Wahyudi Basdab, Wahyudi Barik. Dari wartawan muslim  diluar paguyuban APM di antaranya Jeffrey Alibasyah, Lily Paputungan, Saleh Ngiu, Sahril Kadir, Roy Rarumangkay, Mudatsir Suleman, Hendra,Ahmat Husen, Nanang, Rudy Loho, Yurni Lakoro, Firman

Acara bukber dipandu Yurni Lakoro wartawan RAL FM. Diisi dengan dialog selama 40 menit. Yang didiskusikan hal hal ringan. Membahas berbagai isu kemasyarakatan di Kota Manado.

Wawali mengawali dengan ucapan ibadah puasa Ramadan kepada para wartawan muslim. Acara ini sudah jadi program rutin APM dan Pemkot Manado sejak beberapa tahun lalu. Wawali meminta diskusi yang ringan ringan saja. Termasuk kalau ada masukan dari para wartawan.

Menurut Ketua PDIP Kota Manado, entitas wartawan sangat dibutuhkan pemerintah. Perannya menyambung  peristiwa di masyarakat dan meneruskan semua kebijakan pemerintah Kota Manado ke publik. Oleh karenanya, kata Sualang, posisi media telah dianggap bagian dari pemerintah

Wawali Richard Sualang bersama para wartawan muslim pengurus APM dan non APM

“Pers memiliki peran yang sangat strategis. Pemerintah Kota Manado tentu membutuhkan dukungan dan kritik yang konstruktif dari insan pers agar pembangunan di kota ini bisa berjalan lebih baik,” tutur Wawali RS.

Berita Terkait:  Kemendiktisaintek dan UNSRAT Pantau Kesiapan Akhir AMN Manado

Kata Wawali, dia dan Wali Kota Andrei Angouw merasa terbantu dengan peran para jurnalis, yang turut menyebarkan program Pemkot Manado di satu sisi menyampaikan fakta di masyarakat yang berimbang dan objektif.

“Pers adalah salah satu pilar pembangunan. Menjaga sistem demokrasi tetap berjalan,”katanya. Pemerintah juga dalam hal ini Dinas Kominfo harus pro aktif dan meningkatkan sinergitas dengan para wartawan.

Dalam sesi dialog, sejumlah jurnalis berdiskusi yang sedang terjadi di masyarakat. Jurnalis senior Jeffrey Alibasyah menyentil aktivitas ekonomi pelaku UMKM di Plaza Ramadhan Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil.

Dia menyerap keinginan pedagang di Plaza Ramadhan untuk diizinkan berjualan di kawasan yang jadi lokasi plaza ramadhan. Modelnya persis seperti saat ini. Konsep food street. Para konsumen duduk di pedesterian.

“Para pedagang bersuara kalau bisa dilanjutkan menjadi lokasi kuliner setelah kegiatan bulan Ramadan. Mereka mengaku sangat membantu menambah pendapatan.”tutur Kaka Jef.

Wawali merespon sangat positif. Dia mendukung konsep food street. Dia mendorong pemerintah kecamatan dan pelaku usaha untuk matangkan skema food street. Baginya makin banyak pelaku usaha ekonomi, sudah sangat membantu pemerintah kota. Dengan catatan menjaga ketertiban dan kebersihan serta keamanan.

“Saya mendukung kalau itu jadi arena kuliner khususnya malam hari. Kita menunggu Camat Singkil mengajukan ke kami. Untuk itu matangkan dengan warga dan tokoh di sana secepatnya,”ucap Sualang.

Kemudian wartawan lain menyampaikan aspirasi pelaku sepak bola di Manado Utara. Keberadaan lapangan milik Bank Mandiri Manado yang letaknya di Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting. Para komunitas sepak bola yang rata rata pembina sekolah sepak bola berharap pemerintah Manado memfasilitasi untuk meminjam pakai ke Bank Mandiri.

Wawali yang juga ketua KONI Manado menyambut usulan itu. Dia setuju kalau skema pinjam pakai selama sekian tahun. Dia mengaku tanah Bank Mandiri akan banyak manfaat untuk kepentingan olah raga.

“Kalau Bank Mandiri minta surat izin pinjam pakai, saya akan sampaikan ke pak Wali Kota Manado. Kalau jangka panjang bisa dibuat seperti di Jambore Winangun, GPI Mapanget,”janjinya.

Berita Terkait:  PPKM TURUN LEVEĹ, PERCERAIAN MALAH MEROKET

Ada lagi masukan terkait pasokan gas LPG subsidi 3 Kg. Sudah berhari hari kata wartawan, warga harus antre panjang di depan pangkalan. Selain itu di saat kondisi sulit gas, ada pangkalan menjual ke warung warung. Persoalannya warung menjual gas 3 kg rata rata Rp35.000 per tabung.

Solusi ditawarkan meminta wali kota dan wakil untuk memerintahkan lurah dan ketua lingkungan turun lapangan membantu dan mengawasi saat penjualan di pangkalan. Karena ada gejala kurang sehat antara warga.

Wawali RS sepakat saat kondisi seperti ini aparat kelurahan dan lingkungan membantu menertibkan situasi di pangkalan. Dia mengakui kondisi ini terjadi karena pasokan untuk Kota Manado dipangkas sekira 2000 an tabung Kg, dari seharusnya 18.000 tabung.

“Setuju peran para ketua lingkungan harus turun memantau situasi sekaligus melihat warganya masing masing,”katanya.

RS mengaku sedang menunggu laporan dari tim survei tentang kondisi ril di lapangan.

Ketua APM Steven Rondonuwu mengakui merasa senang bisa merajut silaturahmi dengan wartawan muslim. Dia menyampaikan bukber APM dan Pemkot Manado menjadi agenda silaturahmi yang memperkuat hubungan kemitraan antara insan pers dan  pemkot Manado.

“Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara Aliansi Pers Manado dan Pemerintah Kota Manado,” ujarnya.

Tiga menit jelang dialog, Wahyudi Barik memimpin tahrim jelang buka puasa. Saat buka puasa, rasa toleransi sangat terlihat. para jurnalis  muslim dipersilakan oleh para wartawan non muslim untuk buka puasa duluan.

Momentum Ramadan juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat membangun Kota Manado secara bersama-sama.

Buka puasa bersama Aliansi Pers Manado dan Pemkot Manado pun diharapkan menjadi salah satu langkah untuk terus menjaga sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung kemajuan Kota Manado.(lip)

Komentar