A – TIMES,BITUNG—Anggota DPRD Kota Bitung Keegan Matindas Kojoh memilih turun langsung.
Senin (3/8/2026) kemarin ia menggelar reses masa sidang III 2025–2026 di Dapil IV yang meliputi Aertembaga, Lembeh Selatan, dan Lembeh Utara.
Pertemuan pertama berlangsung di Kelurahan Mawali Lingkungan II dan III, Lembeh Utara. Obrolannya ringan, tapi isinya soal kebutuhan dasar warga. Ada 4 keluhan yang paling banyak disuarakan: antara lain ,Rumah kemasukan air saat hujan,Drainase di Mawali sudah mampet. Warga berharap ada talud agar air tidak lagi masuk ke pekarangan. Jalan rusak di depan Gereja Lembah Yarden, Akses ini tiap hari dipakai warga ke pasar, sekolah, dan ibadah. Lubang di jalan bikin motor sering terpeleset. Jalan Gunung Woka – Pancuran tertutup batu Jalur ini penting untuk warga yang ke kebun dan bawa hasil laut. Sekarang harus memutar karena jalannya terhalang. Dermaga Rarandam mulai lapuk. Ada bagian yang patah. Nelayan khawatir keselamatan saat sandar dan bongkar muat.
Keegan mencatat semua masukan dengan buku kecil di tangannya. Kader NasDem itu memastikan aspirasi warga tidak berhenti di pertemuan. “Kami tampung semua. Nanti kami bawa ke pembahasan di DPRD, lalu kami dorong ke Pemkot supaya bisa masuk perencanaan. Intinya jangan sampai hanya jadi wacana,” ujar Keegan. Menurutnya, reses memang untuk itu. “Dari Aertembaga sampai Lembeh, suara warga harus sampai dan dikerjakan. Itu tanggung jawab kami,” tutupnya. (*/lyp)

































Komentar