A–TIMES, BITUNG– Aula Kantor Kecamatan Madidir terasa penuh Selasa (4/8/2026) siang. Warga, lurah, tokoh agama, pemuda, sampai mahasiswa KKN Unsrat Manado hadir dikantor camat . Wakil Ketua DPRD Kota Bitung Ronald Gunawan Kansil, S.H menggelar reses masa persidangan III tahun sidang 2025-2026. Camat Madidir Heimans Kansil dan para lurah se-Madidir juga hadir mendampingi. Keluhan warga di Madidir Weru diantaranya Jalan di Belakang Rujab Wali Kota Rusak Parah. Aspirasi pertama datang dari Feni Supit, warga Lingkungan V RT 20, Kelurahan Madidir Weru. Lokasinya persis di belakang Rumah Dinas Wali Kota. Feni bercerita dengan nada pelan tapi tegas. “Pak, jalan di kompleks kami sudah rusak berat. Drainase juga tidak ada. Setiap hujan, air langsung menggenang. Jalan jadi tambah hancur,” katanya. Karena tidak ada pilihan, warga bergotong royong menimbun pakai tanah. Tapi percuma. Begitu hujan, timbunan hanyut lagi. “Sudah beberapa kali kami sampaikan di reses. Ada anggota dewan yang sempat cek ke lokasi. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” lanjut Feni. Harapan mer kw ada jalan yang layak dan saluran air, supaya anak-anak sekolah dan ibu-ibu tidak lagi terpeleset saat hujan. *Keluhan Bau Menyengat di Sekitar Sinar Food. Berikutnya giliran Ibu Welmi Hamber. Ia menyoroti kondisi lingkungan di sekitar kawasan Sinar Food. “Belakangan ini baunya menyengat sekali Pak, apalagi kalau lewat di jalan situ. Kami khawatir ini masalah lingkungan,” ujarnya Warga takut kejadian seperti di daerah lain terulang. Mereka juga cemas dengan anak-anak muda yang sering nongkrong di sekitar lokasi. “Kami minta pemerintah cek dan segera tangani. Biar lingkungan kembali bersih dan aman,” harapnya. Mendengar semua itu, Ronald Gunawan Kansil mencatat dan menjelaskan kondisi anggaran. Soal drainase di depan SD Inpres 675 yang tersumbat, ia akui itu masalah lama di Bitung. “Kami akan koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait. Kalau ada anggaran, saluran akan segera dibersihkan,” katanya. Untuk perbaikan jalan, RGK jujur soal kondisi keuangan daerah. “Tahun ini ada pemotongan dana transfer dari pusat. Jadi semua daerah sama-sama terbatas. Tapi kami di DPRD akan upayakan bertahap sesuai skala prioritas,” jelasnya. Khusus usulan Feni di belakang Rujab Wali Kota, RGK langsung ambil sikap. Minggu ini kami akan turun langsung cek lokasi. Setelah lihat kondisi real di lapangan, baru kami dorong ke Dinas PU untuk masuk program, jika anggarannya memungkinkan.” Ia menutup reses dengan pesan. “Reses ini bukan formalitas. Semua aspirasi dari jalan, drainase, sampai bau lingkungan akan kami kawal sampai ke Pemkot dan instansi teknis. Supaya Madidir makin nyaman untuk warga,” pungkasnya. (*)





























Komentar