Muskot KONI Manado dan Apresiasi untuk Pernyataan YSK

Oleh: Tauhid Arief

(Jurnalis Senior/Pemerhati Olahraga)

GERAKAN politik sejumlah staf khusus (stafsus) Gubernur Sulut Mayjen (purn) Yulius Selvanus  men-drive salah satu kandidat calon ketua KONI Manado, memancing 01 Sulut melakukan pelurusan asumsi liar yang beredar liar di kalangan publik.

Ini merupakan respon cepat YSK sapaan akrab gubernur terhadap dinamika yang muncul jelang perhelatan pemilihan Ketua KONI Manado melalui Muskot yang akan berlangsung Rabu 10 Desember 2025.

Apa yang harus, dan terpaksa “diluruskan” gubernur? tidak lain adalah kehadiran sosok Calvin Castro, aktivis LSM, yang akan berjibaku dengan Richard Sualang dalam memperebutkan kursi Ketua KONI Manado.

Berawal dari munculnya figur Calvin yang tiba tiba menyeruak ke permukaan setelah dirinya mendaftarkan diri untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI.

Masalahnya, bukan pada keinginan Calvin untuk masuk bursa ketua. Tapi di balik itu, sikap sejumlah stafsus gubernur dan pengurus Partai Gerindra yang “mengawal ketat” figur ini melahirkan stigma dan asumsi liar.

Dalam artian, kehadiran para stafsus meng-drive Calvin dalam perhelatan 4 tahunan ini memunculkan prasangka publik, seakan-akan gubernur ikut campur dan punya keinginan menempatkan ‘orangnya’ duduk di Kursi Ketua KONI Manado.

Prasangka ini tentu tak berlebihan. Empat stafsus —Novie Mewengkang (koordinator stafsus), Recky Langi (stafsus bidang investasi), Cristian Yokung (bidang olahraga), Ivan lumentut serta sejumlah orang dalam lingkaran besar YSK yang ikut ‘menggelorakan’ sosok Calvin, secara politis, cukup membentuk stigma dukungan itu.

Berita Terkait:  KM. Tatamailau Jadi Lokasi Isolasi Apung

Inilah yang dibaca publik sebagai bagian dari dukungan gubernur pada sosok Calvin yang –bila terpilih– akan menahkodai induk organisasi olahraga di Manado.

Tapi rupanya, prasangka dan “bacaan” publik itu, meleset jauh. Itu setelah Gubenur memastikan dirinya termasuk pemerintah provinsi sama sekali tidak mencampuri urusan KONI Manado.

“Saya tegaskan, pemerintah sama sekali idak ikut campur dan tidak mengarahkan siapa pun dalam pemilihan Ketua KONI Manado. Biarkan proses berjalan sesuai aturan dan AD/ART KONI,” tegas Gubernur saat rehat di sela-sela Rapat Koordinasi yang dihadiri Wakil Gubernur, Pj Sekprov, Assisten 1, Assisten 2, Assisten 3, Staf Khusus Gubernur dan beberapa SKPD serta Direksi dan Komisaris BUMD, Senin 6 Desember 2025.

Pernyataan ini tentunya menandakan gubernur sebagai pimpinan telah menjalankan fungsinya sesuai norma norma pada rel sebenarnya.

Kata Gubernur, pemerintah provinsi tak melakukan intervensi dalam proses suksesi Ketua KONI. Proses sepenuhnya mengikuti mekanisme organisasi.

Gubernur berlatar belakang militer berpangkat jenderal hanya menitip pesan dan berharap, siapapun yang terpilih, harus memberi perhatian ke atlit dan mampu bekerja dan mengembangkan olahraga ke arah lebih baik

Berita Terkait:  Nyatakan Dukung AARS, Emak emak Tuminting Curhat  ke Relawan Satuvormanado 

Lantas muncul pertanyaan, mengapa sampai para stafsus gubernur harus pamer dukungan ke sosok Calvin. Apakah mereka sangat yakin, kandidatnya mampu mengembangkan dan mewujudkan prestasi olahraga ke depan? Sesuai visi misi idealnya?

Kalau pun ada selentingan keraguan di kalangan publik terhadap Calvin, bukan lantaran faktor menyepelekan. Kesangsian itu lebih karena track recordnya di bidang olahraga sama sekali tidak kelihatan.

Tim sukses Calvin memang harus bekerja ekstra keras. Sebab kandidat yang dilawan dalam Muskot ini, cukup populer dan familiar di kalangan voter. Dia adalah ketua cabor Perbasi yang juga dikenal sebagai wakil walikota.

Tentu tim masing-masing kandidat sudah mempersiapkan semua kebutuhan sesuai mekanisme pemilihan dan aturan organisasi.

Pemerhati dan pencinta olahraga hanya berharap Muskot KONI Manado berjalan lancar dan kondusif sebagaimana harapan gubernur yang memberi garansi tak ada campur tangan pemprov.
Statemen gubernur ini patut diapresiasi, sebagai salah satu sikap pemimpin yang bijak.(*)

Komentar