oleh

Kurangi Kemiskinan, Gubernur OD Minta Bank di Sulut Baku Bantu

Peliput: Lily Paputungan

A–TIMES,MANADO—  Jasa perbankan di Sulut dapat apresiasi dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Namun ada juga yang dapat sindiran lantaran kurang mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Karena layanan akses masyarakat ke perbankan tidak gampang.

Kritik Gubernur Olly saat menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022 di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Senin (26/9/2022).

“Salah satu fokus pembangunan saat ini adalah mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, salah satu upaya yang harus kita lakukan dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” kata Gubernur.

Kata Olly, akses keuangan menjadi syarat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dengan peningkatan di sektor ini.

Berita Terkait:  Wagub Apresiasi Kepedulian JIPS

“Seperti tabungan, kredit asuransi, dana pensiun dan fasilitas pembayaran akan sangat membantu, khususnya bagi kelompok marginal dan berpendapatan rendah untuk melakukan upaya keluar dari kemiskinan dan peningkatan pendapatan,” terang Gubernur.
Apalagi, di masa-masa sulit ini sangat diperlukan percepatan akselerasi terhadap akses keuangan.

“Mari kita berpacu lebih cepat untuk pulih lebih cepat pada akses pemulihan ekonomi. Perluasan akses keuangan memiliki peran sangat penting, khususnya akselerasi pemberian modal kerja kepada pelaku UMKM dan realisasi beragam stimulus kebijakan dan program pemerintah sehingga ekonomi bertumbuh,” ungkapnya.
Gubernur berharap TPAKD berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berita Terkait:  Sudah Ribuan TKI Sulut Kerja di Amerika Serikat

“TPAKD yang telah terbentuk sejak 2016, dituntut optimal dan berperan menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses keuangan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Olly mengapresiasi pihak perbankan, termasuk Bank SulutGo (BSG) yang telah mengenalkan tabungan kepada pada siswa dan siswi, yang sesuai info yang diterimanya telah melibatkan 35 ribu hingga 40 ribu siswa.

Kegiatan ini dihadiri Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Sophia Wattimena, Wakil Gubernur Drs. Steven OE Kandouw, para kepala daerah se- Sulut, Kepala Kantor OJK SulutGoMalut Winter Marbun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat dan jajaran pejabat Pemprov, Pemkab/Kota.(*)

 

Komentar

Rekomendasi Berita