Bertindak Cepat, JRBM Kerahkan Tim dan Alat Berat Bantu Warga dari Dampak Banjir Solimandungan

A-Times.ID,BOLMONG — Endapan lumpur tebal  masih menumpuk di rumah rumah warga. akibat banjir bandang yang mengobrak abrik Desa Silomandungan II dan sekitarnya.

Potongan kayu, bebatuan dan sisa material banjir tampak berserakan di sejumlah sudut desa di  Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Di beberapa titik, warga masih sibuk membersihkan rumah, menyelamatkan perabot yang tersisa, sambil berharap cuaca segera membaik.

Di tengah suasana itu, tim Emergency Response Team (ERT) PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) ikut bergerak bersama warga dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Solimandungan Raya.

Dengan perlengkapan lapangan, personel ERT turun langsung ke Desa Solimandungan I, Solimandungan II dan Solimandungan Baru. Mereka membantu pembersihan area terdampak, menyisir rumah warga hingga fasilitas umum yang dipenuhi lumpur dan material banjir.

Satu unit excavator dan dua dump truck milik JRBM dikerahkan untuk membantu membersihkan timbunan material yang menutup akses dan lingkungan warga.

Staff Emergency Response Team JRBM, Edy Sucipto Paputungan, bersama tim berada langsung di lapangan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Di lokasi bencana, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi turut memantau penanganan bersama Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta dan Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta.

Berita Terkait:  Wagub Suport Ratusan Siswa Penerima KTP dan KIA  

Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat bisa segera dipenuhi. Pemerintah daerah meminta dukungan JRBM dalam penyediaan alat berat, dump truck, bantuan makanan hingga perlengkapan bayi yang persediaannya masih terbatas.

Bupati Yusra Alhabsyi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan JRBM dalam penanganan pascabanjir di Kecamatan Bolaang.

“Terima kasih kepada JRBM yang sudah ikut membantu pemerintah dan masyarakat. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga terdampak,” ujar Yusra saat berada di lokasi bencana.

Banjir dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (27/05/2026) lalu menyebabkan ratusan warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bahkan telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari melalui Surat Keputusan Nomor 240 Tahun 2026.

Data pemerintah daerah mencatat sedikitnya 134 rumah terdampak dengan 181 kepala keluarga atau sekitar 601 jiwa terkena dampak langsung. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 2 meter.

Berita Terkait:  Gubernur Tegaskan Kabupaten kota Tingkatan Layanan Kesehatan 

Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan, mulai dari Masjid An-Nur, SDN 2 Solimandungan, kantor desa, puskesmas pembantu hingga gedung taman kanak-kanak.

General Manager External Relation and Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengatakan perusahaan berupaya hadir membantu masyarakat di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi warga.

“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Saat kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana semua pihak bisa saling membantu dan bergerak bersama. JRBM akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Andreas.

Di tengah sisa lumpur dan rumah-rumah yang masih dibersihkan, aktivitas penanganan terus berlangsung. Warga, pemerintah dan berbagai pihak bahu-membahu memulihkan kembali desa yang beberapa hari lalu diterjang banjir bandang.(ham)

Komentar

Rekomendasi Berita