A-Times.Manado – Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) mulai mematangkan langkah menghadapi tahun anggaran 2026.
Melalui Workshop Persiapan Pelaksanaan Kegiatan dan Penyusunan Jadwal Unit-Unit Kerja sesuai POK Tahun 2026 yang digelar Senin (26/01/26), seluruh unit kerja diminta menyelaraskan perencanaan program dengan prinsip akuntabilitas dan kinerja terukur.
Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng. menegaskan bahwa Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) tidak boleh dipahami sebatas dokumen anggaran.
Lebih dari itu, POK merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan patuh regulasi.
“POK adalah alat perencanaan sekaligus pengendalian kinerja. Dari sini bisa dilihat apakah program kita benar-benar menjawab kebutuhan institusi dan masyarakat,” tegas Rektor Sompie dalam sambutannya.
Orang nomor satu di UNSRAT ini menambahkan, tahun anggaran 2026 membawa tantangan yang tidak ringan.
Pengelolaan keuangan negara menuntut perguruan tinggi negeri semakin akuntabel, efisien, dan responsif terhadap dinamika kebijakan nasional.
Rektor juga mengingatkan, sebagai institusi publik, UNSRAT tidak cukup hanya dinilai dari kemampuan menyerap anggaran. Yang lebih penting adalah dampak nyata dari setiap rupiah yang dibelanjakan.
“Anggaran harus berujung pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan yang lebih baik,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber Mursyid Hensides dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara. Selain sebagai pejabat di Ditjen Perbendaharaan, Mursyid juga merupakan anggota Dewan Pengawas UNSRAT.(***)


































Komentar