oleh

Koperasi BET Terima Fasilitas Pengelolaan Emas Tanpa Merkuri dari YEAI dan AGC

A-TIMES, MINUT – Koperasi Batu Emas Tatelu (BET) yang diketuai Hendrik Walukow mendapat bantuan dari Yayasan Emas Artisanal Indonesia (YEAI) bekerjasama dengan Artisanal Gold Council (AGC) Kanada, guna mendukung program kerja pemerintah terkait pengurangan dan penghapusan penggunaan merkuri di wilayah Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK).

Kegiatan tersebut digelar Sabtu (6/11) di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe. Diketahui, AGC Kanada melakukan Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) yang didukung penuh oleh Pemerintah Kanada lewat Global Affairs Canada dan bertujuan untuk membantu fasilitas pengelolaan emas tanpa merkuri kepada penambang emas di Desa Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara.

Country Project Manager PERS, Agni Pratama mengatakan kalau program tersebut merupakan program kemitraan pemerintah Kanada dan Indonesia.

“Hal ini guna menurunkan, menghilangkan dan menghapuskan penggunaan merkuri di dunia khususnya di Indonesia. Kami mengajak penambang emas skala kecil untuk melakukan aktifitas penambangan yang ramah lingkungan tanpa menggunakan merkuri,” terangnya.

Berita Terkait:  Radinal : Peningkatan Kuantitas Pemilih Harus Dibarengi Dengan Kualitas Pemilih

Agni menjelaskan, YEAI dan AGC mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Kanada untuk melakukan program ini yang sudah dimulai sejak tahun 2015 sampai tahun 2020. “Karena adanya Covid-19 maka diperpanjang sampai tahun 2021.

Tatelu adalah salah satu daerah yang dipilih karena dari hasil seleksi aktifitas penambangannya sudah mengantongi izin dan memiliki organisasi atau wadah tempat berhimpun para penambangan,” ucapnya.

Selama program berjalan diketahui YEAI dan AGC telah membantu komunitas mendapatkan KK dan KTP agar penambang memiliki akses fasilitas pemerintah seperti fasilitas kesehatan dan perlindungan sosial.

Sementara Ketua Batu Emas Tatelu, Hendrik Walukow mengpresiasi serta mendukung program penambangan tanpa merkuri yang akan dilaksanakan di daerah penambangan rakyat Tatelu. “Kami berterima kasih kepada YEAI dan AGC sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mewujudkan penambangan yang ramah lingkungan serta membantu penambang untuk mendapatkan akses penjualan emas langsung ke PT. Antam, sehingga kami sudah bisa menjual emas ini di PT. Antam dengan harga yang kompetitif,” akunya.

Berita Terkait:  Walikota Bekali Kaling Dua Kecamatan Tentang IPAL

Kepala Dinas Koperasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Ronald Sorongan berharap, para penambang bisa mandiri dan bergabung dalam sebuah wadah yaitu koperasi. “Banyak bantuan seperti ini akan didapat, tetapi penerimanya harus dalam bentuk koperasi dan tentunya berbadan hukum,” tutup Ronald.(***)

Peliput/Editor : Saleh Nggiu
Layout             : Didit

Komentar

Rekomendasi Berita