A– TIMES,MANADO —Bank Indonesia Sulut terus berupaya melakukan terobosan untuk memacu pertumbuhan investasi dan perekonomian di Sulawesi Utara. Lewat Regional Investor Relations Unit (RORU) , BI jadi “tutor” untuk 17 proyek daerah agar siap diperkenalkan ke investor.Skemanya Menggunakan Investment Ready to Offer (IPRO)
“Ini sedang kita siapkan. Kita gali dulu potensinya, kita pilih, kita latih pengelolanya, kita bereskan administrasinya, lalu kita uji. Kalau sudah siap, baru kita jodohkan dengan investor,” kata Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto Jumat(7/8/2026) usai agenda North Sulawesi Investment Forum 2026 (NISF) yang digelar di hotel Four Point Manado. Informasi terbaru ada 3 proyek yang sedang antri untuk dipromosi.
Dari total 17 proyek yang dikawal, progresnya sudah terbagi: 3 proyek : Sudah final. Siap dibawa ke meja investor – 5 proyek : Masih proses kurasi. Konsep dan datanya terus disempurnakan 9 proyek berjalan : Tetap dikawal supaya realisasinya tuntas dan bisa berkembang.
” Kita kolaborasi,kita kebut yang sudah ada kita bantu agar segera terealisasi,” kata Joko. Menurutnya 17 proyek ini sengaja dibuat beragam supaya investor punya banyak opsi. Ada perikanan, pariwisata, industri pengolahan, logistik, kesehatan, sampai penyediaan air minum. Ini karena. investor butuh yang praktis. Teknisnya kuat, berkasnya lengkap, hitungannya jelas. Supaya bisa langsung jalan begitu deal. “Standarnya itu. Data rapi, bisnisnya masuk akal. Itu yang sekarang dicari,” tegasnya. Kita berharap Investasi Masuk, lapangan pekerjaan Terbuka lebar . Dengan daftar proyek yang makin matang ini, BI berharap investasi di Sulut bisa segera terealisasi. Dampaknya: ekonomi daerah bergerak, lapangan kerja bertambah, dan Sulut makin dilirik.
Semangat itu juga yang ditekankan pada agenda North Sulawesi Infesment Forum 2026 (NISF) yang digelar di hotel Four Point Manado Hadir pemerintah, kepala daerah, pelaku usaha, perbankan, Kadin, OJK, BPS, plus delegasi dari Selandia Baru dan Filipina. “Ini kerja bersama . Tujuannya agar Sulut jadi tempat yang nyaman buat investasi dan bertumbuh,” tutup Supratikto. (*)





























Komentar