Jadi Pilihan Allah, dr Suyanto Yusuf Wakafkan Diri Kawal Kesehatan JH Kloter 5 Sampai Selesai

A-Timea.ID,Mekkah – Semua jamaah haji telah rampungkan rangkaian ibadah haji. Ada kepuasan batin  yang dirasakan ratusan jamaah haji kelompok terbang (kloter ) 5 asal Sulawesi Utara (Sulut) usai melewati  puncak ibadah haji wukuf di Padang Arafah.

Tantangan cuaca panas dan waktu istirahat pendek kerap menyebabkan ada jamaah yang sakit.

Para petugas medis dengan sigap merawat dan mengobati jamaah yang sakit, meski  sedang jalankan ritual ibadah haji.

Jamaah kloter 5 berayukur kepada Allah, karena di antara mereka ada dokter petugas haji daerah ((PHD) Sulut yang banyak pengalaman dokter Suyanto Yusuf MKes.

Dr Anto sapaan akrabnya selalu siaga penuh layani jamaah sakit meski dia lagi khusyu beribadah haji.

Kerap dokter pemilik Klinik Madani di Kelurahan Maasing itu harus korbankan waktu istirahat tengah malam untuk memastikan kondisi kesehatan jamaah kloter 5.

Suyanto dokter Petugas Haji Daerah (PHD) sejak tiba di embarkasi Balikpapan telah mendampingi para jamaah. Tugas mulia ini dijalankan saat tiba di Madinah hingga fase krusial pasca Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) di 08-10 Dzulhijjah.

Tanggung jawab dr Anto sangat berat. Dia harus  bekerja melampaui tugas demi  keselamatan jamaah lain.

Dokter Anto dikenal banyak jamaah. Termasuk jamaah luar Sulut.

Ini dikarenakan kata jamaah asal Manado Yunus Bugis, saat menjalankan amanahnya, suami dr Rini Kadir tak sekadar  menjalankan prosedur medis rutin.

“Dokter Anto dikenal karena respons cepat dan dedikasinya yang luar biasa menangani kasus-kasus risiko tinggi (risti) di tengah padatnya rangkaian ibadah,” tuturnya.

Berita Terkait:  Pemilik 19 Batang Emas Serang Balik, Ungkap Direskrimsus Minta Jatah, Angkanya Bikin Ha Lilis Shock

Salah satu momen paling krusial yang ia tangani ada dua jamaah haji lanjut usia lagi kondisi kritis.

Kasus pertama jamaah lansia  mengalami retensi urine (tidak bisa buang air kecil) selama dua hari disertai muntah hebat.

Suyanto bergegas lakukan tindakan medis. Dia pasangkan kateter dan infus, yang dibantu oleh perawat.
“Hasilnya luar biasa, urine yang keluar mencapai 1200 ml, sementara kapasitas kandung kemih normal hanya 300 ml. Jika tidak segera ditangani, akan berakibat fatal kondisi ginjal pasien,” ungkap dr. Suyanto.

Kasus yang lain ia menangani pasien pasca-serangan jantung berulang yang baru saja keluar dari rumah sakit.

Berkat penanganan yang intensif dan terpantau, kedua jamaah asal Sulut kini berada dalam kondisi stabil dan terkendali.

“Supaya layanan kesehatan 24 Jam, kami berkomitmen layani tidak terbatas pada jam kerja resmi. Setiap harinya, saya membuka posko mandiri di depan kamar hotel. Supaya  akses cepat bagi jamaah saat butuh pengobatan maupun konsultasi kesehatan,”tutur dr dari tanah suci.

Lantaran dedikasi melayani jamaah, Dokter Anto juga dipercaya bertugas di Poskes Satelit yang melayani seluruh jamaah haji dari Embarkasi Balikpapan (BPN).

“Tugas saya bukan hanya untuk jamaah dari Sulawesi saja, tapi untuk siapa pun jamaah haji yang membutuhkan pertolongan di sini. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sebagai tugas saya” tambahnya.

Jika ada jamaah ingin konsultasi, dengan sabar tokoh Muhammadiyah Sulut melakukan edukasi Kesehatan secara berkala.

Berita Terkait:  Membaca Drama Kekuasaan di Bank Sulut Go, Dari Komisaris Sang Mantu Gubernur dan Penarikan RKUD

Dr Anto memberi pemahaman bahwa kelelahan ekstrem adalah musuh utama setelah puncak ibadah haji.

Menurut pantauannya kebanyakan jamaah alami penyakit  batuk dan influenza paska-Armuzna dan Tawaf Ifadah.

Ini lantaran akumulasi kelelahan fisik luar biasa yang kurang diimbangi waktu istirahat yang cukup selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Kami terus mengingatkan jamaah untuk mengelola energi, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan mengenali batasan fisik mereka. Kunci utama menjalankan ibadah dengan sempurna adalah tubuh yang sehat,” ucap dr. Suyanto.

Di ujung akhir masa pendamping Anto mengakui bersyukur kepada Allah telah jalankan amanah negara.

Tapi dia jujur mengapresiasi sangat tinggi peran penting semua seluruh rekan sejawat, paramedis, dan petugas haji yang bahu-membahu dalam Kloter 5 Sulawesi.

Sinergi antarpetugas dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pelayanan kesehatan tahun ini.

Dr Anto juga ucapkan  selamat kepada seluruh jamaah haji Kloter 5 Sulawesi yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan selamat.

“Keberhasilan para jamaah dalam menuntaskan ibadah di tengah tantangan kesehatan adalah kebahagiaan tersendiri bagi dirinya sebagai tim pendamping,”ucapnya.

Tidak lupa pinta dr Anto, dedikasi tim medis di lapangan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelayanan haji yang lebih baik di masa depan, serta memberikan ketenangan bagi keluarga jamaah yang menanti di tanah air.(sal/hm)

Komentar