Issue Pemotongan Gaji dibantah Sat Pol PP

Satpol PP berterima kasih kepada ODSK,bantahan tidak benar ada potongan(*)

A–TIMES,MANADO–Issue soal adanya pemotongan gaji  dan kerja tak sesuai Tupoksi dibantah personol Sat Pol Pp pemprov Sulut.

“Berita itu hoax dan tidak benar, gaji kami tak pernah dipotong dan kami kerja seusai tupoksi, tidak ada yang namanya kami mengangkat kotoran,” tegas Komdan Peleton (Danton) Unit Damkar Satpol-PP Pemprov Sulut Jen Aseto bersama personilnya di Kantor Satpol-PP Sulut, Jumat (12/05/2024) siang.

“Kami justru berterima kasih ke pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) bersama pak Kasat Satpol-PP Sulut Fatly Kotambunan yang telah berjuang hingga kami diangkat pada perekrutan P3K,” sambung Aseto, yang diamini teman-temannya.

Berita Terkait:  Lepas.Ratusan Jemaah Calon Haji Sulut,Wagub Mohon Doa Restu seluruh warga 

Senada juga dikatakan personil Damkar Satpol-PP Sulut Dolfie Lontaan.

“Berita-berita itu hoax tidak benar! Mewakili teman-teman, kami ucapkan terima kasih pada pak gubernur, pak Wagub dan pak Kasat,” pungkas Lontaan.

Ditemui terpisah Kepala Satpol PP Provinsi Sulawesi Utara, Farly Kotambunan dengan tegas membantah pemberitaan tentang pemotongan gaji P3K dan kerja tak sesuai tupoksim

Dia menyebut pemberitaan dari yang beredar adalah hoax dan tidak berdasar. Dimana terkait pembayaran gaji P3K dilakukan secara non tunai, ke rekening masing-masing pegawai.

“Jadi tidak ada pemotongan-pemotongan oleh oknum, pimpinan atau siapapun, itu tidak benar,” jelasnya.

Berita Terkait:  Genjot Perekonomian dan Pariwisata, Sulut Gelar NSIFT 2022 di Tagulandang

Begitupun dengan berita bahwa ada anggota Satpol PP yang bertugas untuk (maaf) mengangkat kotoran. Dia bingung adanya pemberitaan seperti itu sekaligus menyayangkan beredarnya informasi hoax tersebut.

“Silahkan tanya langsung ke tim saya. Memang ada tim yang khusus melakukan penyiraman bila diperlukan, tapi itu tidak rutin dan bukan kewajiban,” tegasnya.

Dia menerangkan bahwa di Satpol PP sendiri untuk tahap pertama ada 22 orang yang lolos P3K, serta ada 9 orang di tahap selanjutnya. ” Sisanya tinggal menerima SK,” kata Kotambunan.(*)

Komentar