oleh

Hasil Pemeriksaan 3 Orang Probable Omicron Sulut Negatif

A-TIMES,MANADO — Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Steaven Dandel mengatakan hasil laboratorium  Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Balitbangkes Kemenkes RI), tiga kasus probable Omicron di Sulawesi Utara negatif.

‘’ Puji Tuhan, hasil PCR, RE TEST SGTF dan Whole Genomic Sequencing dari ketiga kasus probable Omicron di Sulawesi Utara adalah negatif,’’ kata dr Steaven Dandel kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Menurut dr Dandel, zoom meeting dengan Balitbangkes Kemenkes RI siang ini memberikan kabar baik bagi masyarakat Sulut. Dengan keluarnya hasil ini berarti menggugurkan status Probable Omicron dari ketiga WNA dimaksud. ‘’ Selanjutnya proses penyelesaian isolasi bagi yang bersangkutan termasuk karantina dari kontak erat mereka akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan  RI telah melakukan pelacakan asal masuknya virus Covid-19 varian Omicron ke Indonesia dengan kasus pertama diduga berasal dari warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021.

Sebelumnya pada Kamis (16/12) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga dapat disimpulkan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet.

Berita Terkait:  Gelar FGD, Jurnalis Perempuan Sulut Ajak Kaumnya Lebih Produktif

Setelah merunut kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang, kemungkinan besar indeks case (kasus pertama) Omicron adalah WNI, dengan inisial TF, usia 21 tahun, yang tiba dari Nigeria  27 November 2021. Terdapat 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet antara 24 November hingga 3 Desember 2021 yang telah dilakukan tracing dengan hasil satu orang, TF, probable dengan kemungkinan besar tertular Omicron.

Hasil test PCR untuk TF sudah dinyatakan negative. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid mengatakan terdeteksinya kasus pertama Omicron di Indonesia merupakan salah satu fungsi utama dari karantina bagi setiap orang yang masuk ke negara Indonesia.

Melalui karantina, pelaku perjalanan dari luar negeri akan dipantau dan diobservasi oleh petugas kesehatan. Dengan demikian apabila pelaku perjalanan tersebut didapati positif covid-19 bisa dengan segera dilakukan tracing.

Berita Terkait:  Aktifis GPS Apresiasi Pengesahan UU TPKS

Tidak hanya itu, melalui karantina pula pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif covid-19 dengan gejala bisa langsung ditangani petugas medis. ”Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina. Terdeteksinya Omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina dan kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan Omicron,” katanya dr. Nadia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran Omicron dan virus Covid-19 jenis lainnya.   ”Kurangi mobilitas, tetap gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Jangan lengah dan tetap waspada terhadap penularan virus covid-19, terutama omicron yang laju penyebarannya sangat cepat,” ujarnya, sambil menambahkan varian Omicron memiliki daya tular lima kali lipat dari varian Delta, merebak luas pertama kali di negara-negara Afrika bagian selatan.(***)

Peliput : Lily Paputungan
Editor   : Amrain Razak
Layout  : Syamsudin Hasan

Komentar

Rekomendasi Berita