Ekonomi Sulut Bertumbuh Imprensif 5,95 Persen ditengah Kondisi Global 

 

A—TIMES,MANADO– Meski dioerhadapkan dengan tantangan ekonomi global, daerah Nyiur Melambai justru mampu mencatat pertumbuhan impresif, diikuti perbaikan sektor ketenagakerjaan, penurunan angka kemiskinan, hingga ketimpangan yang semakin mengecil.

banner

‎Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, perekonomian Sulawesi Utara tahun 2025 yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 113,66 triliun.

‎Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibanding tahun 2024.

‎Dari sisi produksi, Industri Pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan tertinggi 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri melonjak tajam 28,42 persen, menandakan daya saing produk Sulut makin kuat di pasar global.

‎Pertumbuhan ekonomi Sulut agresif performanya di akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (y-on-y).

‎Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi bintang dengan pertumbuhan 20,67 persen, mencerminkan bangkitnya pariwisata dan geliat UMKM kuliner.

Berita Terkait:  Amerika Serikat Pasar Potensial Ekspor Sulut

‎Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 7,02 persen, didorong lonjakan belanja pemerintah 21,75 persen serta pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya 20,61 persen.

‎Dari sisi ketenagakerjaan, kabar baik juga terlihat. Jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibanding Agustus.

‎Penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menyerap tenaga kerja terbanyak.

‎Porsi pekerja formal juga membaik, kini mencapai 46,93 persen, menandakan kualitas pekerjaan makin stabil.

‎Yang paling menggembirakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin. Artinya, makin banyak warga Sulut yang terserap dunia kerja.

‎Tak hanya pertumbuhan, kesejahteraan sosial juga menunjukkan perbaikan.

‎Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 persen poin dibanding Maret.

‎Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun cukup signifikan menjadi 3,95 persen. Meski begitu, wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.

‎Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) turun menjadi 0,341, lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.

Berita Terkait:  Rampungkan Permukiman Kumuh, DPRD Bolsel Apresiasi Pemda

‎Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran, sinyal bahwa manfaat pertumbuhan mulai terasa lebih luas.

‎Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas.

‎Untuk itu Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, forkopimda, swasta dan masyarakat agar pertumbuhan positif ini terus terjaga dan berkelanjutan.

‎Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,.

‎Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang bertambah, kemiskinan yang menurun, serta ketimpangan yang makin terkendali, Sulawesi Utara kini menunjukkan fondasi yang semakin kokoh menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tahun 2026 ini.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita