Buka MPLS Wali Kota instruksikan Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman

A –TIMES,BITUNG Tahun ajaran baru dimulai. Senin pagi ini, Wali Kota Bitung Hengky Honandar pimpin upacara di SMP Negeri 2 Bitung sekaligus buka MPLS Ramah 2026. Di depan 448 siswa baru, Hengky tegaskan satu hal: sekolah bukan cuma tempat belajar. “Sekolah harus jadi rumah kedua. Aman, nyaman, dan merangkul semua anak tanpa beda-beda,” katanya saat jadi inspektur upacara. Honandar ingatkan, MPLS Ramah bukan ajang perpeloncoan.Tidak boleh ada bullying, diskriminasi, atau kekerasan. “Tidsk boleh adaanak yang takut ke sekolah. Tidak boleh ada yang merasa dikucilkan karena suku, agama, atau kondisi ekonomi,” tegasnya.Tiga prinsip wajib jalan: ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya. Artinya, semua siswa bisa ikut kegiatan tanpa membuat orang tua terbebani. Sebagai tanda MPLS dimulai, Hengky pasangkan kartu peserta ke siswa baru. Ia juga serahkan bantuan seragam buat siswa jalur afirmasi. Bukti Pemkot ingin semua anak Bitung bisa sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu.Kepada para guru Hengky berpesan: jadi pembimbing, pelindung dan teladan. Ke siswa senior: jadi kakak yang selalu membantu adik kelas, bukan menakut nakuti Ia juga berpesan ke pelajar. Belajar serius, hormati guru dan orang tua, pakai HP dengan bijak, jauhi narkoba dan perundungan. “Kita mau lahirkan anak Bitung yang disiplin, kreatif, cinta tanah air,” ujarnya. Turut hadir mendampingi Wali Kota, Staf Ahli Jeffry Wowiling, Kadis Dikbud Fonny Tumundo, Kepala DPPKB Haidy Malingkas, Kepsek SMPN 2 Bitung Tommy Paat, dan Ketua Panitia MPLS Dortje Leny Haring.Hengky tm menegaskan  pendidikan itu investasi masa depan. “Lewat sekolah yang berkualitas, kita lagi bangun Bitung dan Indonesia. Ciptakan  sekolah jadi tempat lahirnya generasi cerdas dan berkarakter,” pungkasnya(*).

Berita Terkait:  Kapolda Sulut Penasaran Kinerja Kapolres Bitung

Komentar