Bank SulutGo Peluang dan Strategi 2026 Menuju Regional Champion

Oleh:Ir Djafar Alkatiri MM

TRANSFORMASI BISNIS BSG SETELAH PERUBAHAN PENGURUS ( Dewan Komisaris)

 

A-Times.id- Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang mereformasi kepengurusan khususnya di jajaran Dewan Komisaris sebagai pengawas bank sangat berdampak positif terhadap kinerja BSG khususnya bidang pengawasan.

banner

Dewan Komisaris yang ditetapkan para pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSG pada April 2025, dinyatakan efektif setelah mulus melewati proses sertifikasi managemen resiko dan fit and proper test yang ketat dan profesional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Semenjak itu Dewan Komisaris sangat efektif menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk melakukan pengawasan aktif sehingga kinerja keuangan BSG mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Yang sangat drastis perubahan dari sisi efisiensi beban bank. Terlihat berangsur angsur berkurang sajak pergantian Komisaris BSG, yang ditunjukkan ratio Beban Operasional terhadap Pendapatan Opetasional (BOPO) menunjukkan tren penurunan dari 85,4% menjadi 81,25%.

Pada semester 1 2025, kinerja keuangan BSG cukup membanggakan seiring dengan terjadinya beberapa perubahan kinerja positif yakni :

● BSG membukukan laba bersih Rp179,4 miliar, melonjak 48,52 % dibanding periode yang sama di 2024 (year on year/YoY) sebesar Rp120,79 miliar.
Pertumbuhan laba ini berkat ketatnya pengawasan komisaris atas pengelolaan beban umum dan operasional sehingga terjadi efisiensi.

● Total aset meningkat 4,56 % secara YoY menjadi Rp22,08 triliun. Meningkat seiring dengan public trust (kepercayaan masyarakat) atas pengawasan ketat dari Dewan Komisaris.

● Pendapatan bunga bersih tumbuh ±6,54 % secara YoY menjadi Rp661,42 miliar.

● Beban penurunan nilai aset (impairment) berubah dari beban signifikan tahun lalu menjadi pemulihan Rp1,99 miliar, membantu memperbaiki bottom line.
● Penyaluran kredit mencapai Rp16,19 triliun secara YoY tumbuh berkualitas
● Dana Pihak Ketiga (DPK) menanjak ±13,76 % YoY menjadi Rp17,11 triliun.
● Pertumbuhan CASA (dana murah) mulai menunjukkan perbaikan struktur pendanaan bank walaupun belum signifikan baru mencapai ±29,35 %.

Rasio Keuangan Utama

Rasio Sem I/2024 Sem I/2025
Perubahan

NPL gross 2,60 % 2,74 % sedikit naik
NIM 6,47 % 6,79 % meningkat BOPO 85,13 % 81,25 % membaik
ROA 1,43 %. 2,11 % meningkat
ROE 14,22 % 19,56 % meningkat

Bisa terlihat Ratio Profitabilitas dan efisiensi operasional BSG meningkat signifikan pada paruh pertama 2025 terutama ditopang oleh struktur pendanaan yang lebih sehat, pendapatan bunga yang meningkat, serta pengelolaan biaya yang lebih efektif.

Hal ini disebabkan karena begitu ketatnya pengawasan aktif Dewan Komisaris kepada Direksi.

Penilaian Eksternal dan Indikator Stabilitas

● Bank SulutGo mempertahankan peringkat nasional jangka panjang ‘A(idn)’ dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia, yang menunjukkan kesehatan fundamental dan kapasitas pembayaran yang kuat.
● Peringkat nasional jangka pendek juga diafirmasi di level F1+(idn).
● Hingga akhir Oktober 2025, laporan internal menunjukkan aset BSG mencapai sekitar Rp23,7 triliun dan ROE sebesar ±17,38 %, memperkuat tren pertumbuhan sepanjang 2025.

Berita Terkait:  Sejumlah Oknum pejabat Bitung diperiksa Penyidik Kejati

RINGKASAN KINERJA SETELAH PERGANTIAN KOMISARIS 2025

Capaian selama semester I tahun 2025 menjadi tolok ukur kinerja Dewan Komisaris yang terlihat pada:

✅ Pertumbuhan laba secara konsisten positif pada Semester I 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
✅ Profitabilitas, efisiensi, dan struktur pendanaan membaik, tercermin dari NIM, ROA, ROE, dan penurunan BOPO.
✅ Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL rendah, meskipun ada sedikit kenaikan.
✅ Fitch Ratings mempertahankan peringkat stabil, menguatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.
Indikator ini menunjukkan kinerja keuangan yang sehat dan tumbuh secara berkelanjutan setelah pergantian Komisaris pada bulan April 2025, sekaligus komitmen BSG dalam mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan layanan bagi nasabah.

 

BSG ERA BARU dan GAGASAN KEDEPAN

Berikut gambaran strategi bisnis Bank SulutGo (BSG) ke depan menuju tahun 2026, disusun berdasarkan arah kinerja 2024–2025, karakter BPD, serta tantangan dan peluang regional Sulawesi Utara–Gorontalo.

Arah Strategis Utama BSG 2026

Penguatan Fungsi Intermediasi Daerah (Core BPD Strategy) Fokus utama 2026 adalah memperkuat peran BSG sebagai bank pembangunan daerah. Strategi kunci:

● Peningkatan kredit kepada UMKM produktif dibidang pertanian, perikanan, dan pariwisata serta proyek infrastruktur daerah dan BUMD.
● Optimalisasi kredit ASN dan payroll sebagai captive market, namun dengan porsi yang lebih seimbang agar tidak terlalu konsumtif.
● Penajaman segmentasi kredit berbasis rantai nilai (value chain financing).
Tujuan : Kredit tumbuh berkualitas, bukan sekadar ekspansi volume.

Perbaikan Struktur Pendanaan & CASA Belajar dari tekanan beban bunga 2024, BSG ke depan akan fokus pada pendanaan murah.
Langkah strategis:
● Penguatan CASA (tabungan dan giro) melalui:
-Digital onboarding o Payroll ASN & BUMD – Kerja sama pemda dan institusi pendidikan/kesehatan
● Rasionalisasi deposito berbiaya tinggi.
● Peningkatan loyalitas nasabah ritel dan penjajah corporate funding yang lebih efektif.

Target strategis : CASA ratio meningkat signifikan untuk menjaga NIM dan laba.

Transformasi Digital & Layanan Elektronik

Menuju 2026, digitalisasi bukan lagi opsional bagi BPD. Arah pengembangan:

● Penyempurnaan mobile banking & layanan digital BSG serta memastikan Governnce Digital dan ketahanan siber Bank SulutGo
● Ekspansi QRIS, EDC, dan pembayaran kebutuhan daerah melalui sistem digitalisasi yang mutahir.
● Digitalisasi layanan kredit mikro & UMKM untuk memudahkan akses dan kontrol terhadap pembiayaan.
● Integrasi dengan ekosistem digital Pemda (retribusi, pajak, belanja daerah)
● Implementasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam sinergikan dan kolaborasi Bank SulutGo bersama Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan ekspansi kredit ASN dan peningkatan pendapatan bank.

Berita Terkait:  KPU Sulut Monitoring CAT Serentak di 7Kota/kabupaten, Sisanya Kamis Esok

Manfaat: Efisiensi biaya (BOPO turun) dan peningkatan engagement nasabah muda serta peningkatan core Bisnis Bank SulutGo.

Penguatan Manajemen Risiko & Tata Kelola

Setelah pergantian Komisaris 2025, fokus pengawasan cenderung lebih kuat. Prioritas 2026:
● Pengetatan credit risk management
● Pengendalian NPL di bawah threshold industri
● Peningkatan kualitas dan kuantitatif pencadangan (ECL/CKPN) dalam mengcover risiko kredit.
● Penguatan GCG, kepatuhan, dan audit internal.
● Memastikan Governace, Risk & Compliance (GRC) berjalan efektif dengan menjaga ketahanan dan stabilisasi, meningkatkan kepatuhan, memperkuat tata kelola, meningkatkan management risiko dan membangun kepercayaan.
● Minimize Fraud melalui mitigasi risiko operasional.
● Menjaga reputasi bank melalui layanan prima berbasis digitalisasi dan literati keuangan yang efektif.

Target: Bank tumbuh agresif tapi tetap prudent.

Efisiensi Operasional & Profitabilitas Setelah laba kembali tumbuh di 2025, 2026 diarahkan pada konsistensi profit.
Langkah konkret:
● Digitalisasi proses internal
● Pengendalian biaya non-bunga (fee based income)
● Evaluasi jaringan kantor berbasis produktivitas
● Optimalisasi cross-selling produk (kredit–tabungan–e-channel) Indikator sasaran:
● Ratio BOPO < 80%
● Ratio ROA & ROE meningkat berkelanjutan seiring dengan peningkatan DPK yang diimbangi dengan pertumbuhan laba yang positif.

Penguatan Permodalan & Ketahanan Bank Untuk mendukung ekspansi jangka panjang: Strategi:
● Penahanan laba yang lebih sehat (dividen tidak terlalu agresif)
● Penguatan CAR untuk mengacover risiko bank.
● Penjajakan kerja sama strategis (co-financing, sindikasi kredit)
● Optimaslisasi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Mega Corpora melalui kerjasama strategis untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan permodalan bank, ketersediaan likuiditas untuk mencover risiko likuiditas, peningkatan ekspnasi kredit melalui kredit sindikasi yang profitabel, peningkatan kualitatif SDM yang profesional serta penyempurnaan SOP yang mampu memitigasi risiko agar Bank SulutGo akan tetap konsisten sebagai bank yang sehat secara sustainable.

Tujuan 2026 : Bank siap ekspansi tanpa menekan rasio kesehatan.
Merujuk beberapa catatan empiris dan analitis depan diatas maka diharapkan Visi Bank SuutGo yakni menjadi bank daerah andalan Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo untuk membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai sumber pendapatan asli daerah terbesar dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat menuju Sulkut yang Maju, Sejahtera & Berkelanjutan di Gerbang Pasifik.

Yang tentunya melalui Kerja Profesional, Kerja Cerdas Kerja Cepat, dengan semangat sinergitas bersama semua stakeholder, Bank SulutGo akan semakin baik kedepan dalam memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo.

#Penulis: Komisaris Independent BSG

Komentar