Warga Talawaan Bajo Diajari YBLI- Unsrat Racik Minyak Kelapa Jadi Obat Herbal

A-Times.id,WORI- Belasan warga Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Minahasa Utara menambah wawasan di bidang kesehatan.
Warga desa khususnya kaum perempuan mendapat pelatihan membuat obat herbal berbasis kearifan lokal kampung yang popular dengan nama Talawaan Bajo
Pelatihan digelar Pemerintah Desa Minaesa bekerja sama dengan Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI), KitaBisa, dan TDA Manado di halaman kantor desa yang berhadapan dengan pantai Talawaan Bajo.
Lokasi pelatihan dipenuhi bahan tanaman perkebunan seperti minyak kelapa olahan sendiri dari rumah. Ada bahan baku alami Daun Sesewanua dan Daun Memendo. Ketiga bahan ini menjadi primadona dalam praktik pembuatan minyak herbal tersebut.

Kepala Desa Minaesa, Saprin Fanah didampingi Ketua YBLI Asep Rahman  mengungkapkan rasa bangganya atas keinginan warga desa untuk belajar.

 “Kami sangat mengapresiasi kehadiran YBLI dan tim ahli. Ini adalah program yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan minyak kelapa buatan sendiri dan tanaman yang ada di kebun, warga kami kini punya keahlian baru untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri,” ujar Saprin.

banner

Kata Asep Rahman, pelatihan yang berkerja sama dengan KitaBisa dan TDA Manado, akan menjadi pemantik ekonomi kreatif di Desa Minaesa.

“Kami yakin produk herbal dari tangan ibu-ibu Desa Minaesa ini tak hanya konsumsi sendiri, kelak akan mampu menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomis,”ucapnya.
Berita Terkait:  AA - Jokowi Tekan Tombol Peresmian Tol Manado - Bitung

Pemateri Dr Meilani Jayanti, dosen Prodi Farmasi Unsrat, menjelaskan proses mengolah bahan bahan alam menjadi obat herbal.

Para peserta bersemangat mendengar
presentase Meilani tentang teknik pengolahan yang higienis.
“Hal ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan warga memiliki standar kualitas yang baik dan aman digunakan,”tuturnya.
Berita Terkait:  Rektor Sompie Bangga, FK UNSRAT Runner-Up Kompetisi Internasional di Thailand

Senada dengan pemerintah desa, Dr  Drs Kalo Tahirun MH, tokoh masyarakat Talawaan Bajo sekaligus pembina YLBI menilai program ini sebagai langkah nyata melestarikan budaya pengobatan tradisional yang mulai terlupakan.

 “Kegiatan ini membuktikan bahwa potensi desa kita, jika dikelola dengan ilmu pengetahuan, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Kalo yang juga Ketua DPW JULEHA Sulut Pembina dari Yayasan lentera bina insan menyampaikan  sosialisasi produk halal pada ibu ibu.(sal)

Komentar