Pidato Perpisahan Hakim MK, Arief Sindir Paman Gibran Orang Tua Tak Berguna di MK

ATimes.id, Jakarta-  Pidato perpisahan di acara wisuda purnabakti Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) , Arief Hidayat menyapa agak menggelikan kepada hakim MK Anwar Usman dalam sambutannya di acara di ruang sidang utama MK, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Awalnya Arief dalam sambutannya menyapa satu per satu para hakim MK. Sapaannya dimulai dari Ketua MK, Suhartoyo. Namun, ia menempatkan sapaan terhadap hakim Anwar Usman paling belakang.

Yang terakhir sahabat saya yang paling lama, saya sebut terakhir soalnya ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di Mahkamah untuk segera memasuki usia pensiun,” kata Arief sambil tertawa dalam sapaannya.

Arief mengaku memang sengaja menaruh hakim Anwar Usman paling terakhir yang disapa.
Ia mengatakan, banyak kesan yang dirasakan bersama adik ipar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Kesan yang paling diingat ketika Anwar Usman pernah meminta dirinya untuk menjadi Ketua MK. Padahal, kata dia, kala itu dirinya tidak bercita-cita menjadi pimpinan.
“Waktu itu Prof. Anwar dan Prof. Harjono yang datang ke ruang saya, ‘Prof. Arief supaya mau dicalonkan untuk menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi’
“Berkali-kali beliau datang, akhirnya saya ya karena ini amanah dari Pak Harjono itu guru saya waktu S2 di Unair, kemudian juga ustad dari Bima yang mendorong, akhirnya saya bersedia untuk jadi pimpinan di Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.(SINDOnews)

Berita Terkait:  BSG Resmi Luncurkan Tabungan Bohusami Young

Komentar