Perang Udara Kian Seru, Trump Minta Ukraina Kirim Anti Drone Iran

Harimanado.com, Kiev- Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops ke Timur Tengah.

Musuh bebuyutan drone Shahed Iran itu sudah teruji penggunaannya di Ukraina, untuk berduel melawan drone pasokan Teheran yang digunakan Rusia.

Para pejabat AS yang dikutip Wall Street Journal pada Sabtu (7/3/2026) mengatakan, sejumlah kecil unit Merops telah dikirim dari stok militer AS di Eropa, disertai personel Amerika yang akan mengoperasikannya, sekaligus melatih pasukan lain di kawasan.

Tentara Ukraina dengan anti drone Iran

Selain dari stok militer, tambahan sistem Merops juga akan dipasok oleh produsennya, Perennial Autonomy, yaitu perusahaan teknologi pertahanan asal AS. Perusahaan ini mendapat dukungan investasi dari miliarder teknologi Eric Schmidt, yang menolak memberikan komentar.

Berita Terkait:  Sah, Duet E2L-HJP Direstui Jokowi, Ini Kata NVB

Seorang pejabat AS menyebutkan, Ukraina kemungkinan akan mengutus pelatih untuk membantu penggunaan Merops. Hingga kini Pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi.

Namun, Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa AS dan para sekutu regional telah meminta bantuan Kyiv untuk menghadapi serangan Iran.Sudah teruji di Ukraina

Berita Terkait:  Raih 5.234 Suara, Franko Wangko Vote Getter PDIP Sario-Malalayang

Ketertarikan terhadap pengalaman Ukraina menghadapi drone Shahed tidak hanya datang dari Amerika. Perwakilan dari Qatar dan sejumlah negara Teluk yang menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran juga dilaporkan mengunjungi produsen senjata Ukraina. Mereka mempelajari pengalaman Ukraina dalam membangun rantai pasokan dan teknologi pertahanan, setelah menghadapi serbuan drone Rusia dalam perang yang berlangsung sejak 2022.(kompas)

Komentar