Pelantikan 48 Pejabat Bitung Disorot: Ketika Jabatan Strategis Diduga Berputar di Lingkar Suami Isteri

A–TIMES,BITUNG – Pelantikan 48 pejabat struktural dan fungsional oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Jumat( 2 /10/2026) masih menyisakan cerita. Jika di atas panggung pelantikan suasana tampak khidmat di Ruang S.H Sarundajang, di bawah panggung justru muncul bisik-bisik soal keadilan. Hal ini ditegaskan Rian Prahara, Ketua Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Kota Bitung, yang membuka suara. Ia menilai rolling kali ini belum sepenuhnya mencerminkan semangat meritokrasi. “Jujur, banyak ASN yang merasa kecewa. Mereka sudah bekerja lama, memenuhi syarat, tapi terlewatkan. Diduga ada permainan di penataan jabatan,” kata Rian, Sabtu 3/10/2026.Menurut Rian, yang menjadi perhatian bukan sekadar jumlah pejabat yang dilantik, melainkan polanya. Ada pejabat di level asisten dan staf ahli yang pasangan hidupnya sama-sama menduduki kursi strategis.  Padahal, kata Rian, sang istri sebelumnya sudah memegang jabatan yang cukup prestisius sebagai Sekretaris Dinas. Namun dalam rolling kali ini, ia kembali ditempatkan di posisi yang dinilai lebih dekat dengan pusat kebijakan, yakni di Sekretariat Daerah.  “Dua jabatan itu yakni Kabag Perencanaan dan Keuangan serta Kabag Kerja Sama Setda. Padahal posisi Sekretaris Dinas itu sudah bagus. Ketika dicarikan lagi posisi yang lebih strategis, kesannya menutup kesempatan bagi ASN lain yang juga berprestasi,” ujarnya halus namun menohok.  Ia menilai praktik seperti ini bukan hal baru di Bitung. Di masa pemerintahan lalu, hal serupa pernah terjadi. Saat itu pasangan suami-istri yang sama-sama menjabat di eselon II dan Kabag akhirnya dikembalikan ke jabatan semula setelah ada evaluasi dari Wali Kota.  “Berkaca dari itu, kami berharap Pak Wali Kota Hengky Honandar berkenan melihat kembali proses ini. Bukan soal like and dislike, tapi soal rasa keadilan,” ucapnya.  Rian pun meminta Wali Kota mengevaluasi peran Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Bitung sebagai filter utama penataan karier ASN. “Rolling sejatinya untuk memperkuat pelayanan publik, bukan untuk memperkuat lingkar keluarga. Jangan sampai niat baik penyegaran justru melukai semangat ASN yang lain,” pungkasnya.  Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala BKPSDM Kota Bitung  Give Mose saat dikonfirmasi via ponselnya belum berhasil dihubungi terkait  sorotan tersebut.(*)

Berita Terkait:  Sukses Gelar Pilkada,Kajari Apresiasi KPU Bitung
Berita Terkait:  Temui Wali Kota Bitung,Philipina Lirik Potensi Perikanan

 

Komentar