PC dan BKS GMKI Bitung gelar diskusi

PROAKTIF MENYIKAPI KONDISI BANGSA: GMKI Bitung usai diskusi dengan Senior GMKI Pusat Dr. Theo Litaay (*)

A–TIMES,BITUNG– Di tengah derasnya isu nasional yang menguji kepercayaan publik, Pengurus Cabang (PC) dan Badan Kelengkapan Setingkat (BKS) GMKI Bitung menggelar diskusi. Selasa malam (3/11/2026) di Bitung, GMKI Bitung menggelar diskusi kebangsaan bersama Senior GMKI Pengurus Pusat, Dr.  Theofransus  Litaay SH, MH, dan aktivis senior GMKI Bitung Alfred Salindeho, SE, MM. Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah kader dan aktivis, di antaranya Hesty Goni dan kader BKS GMKI Bitung lainnya. Topik yang dibahas bukan ringan. Mulai dari terbongkarnya dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh oknum perwira tinggi Polri dengan menyalahgunakan sistem LIMS, tatanan kehidupan bergereja dan toleransi antar umat, kegaduhan rencana PPN transaksi digital perbankan 9 November, polemik PPN pembalut, hingga desakan kenaikan UMP 2027.Senior Theo Litaay menilai, semua kegaduhan itu bermuara pada satu persoalan fundamental: kualitas Sumber Daya Manusia.”Teknologi setinggi apa pun, kalau manusianya tidak berintegritas, ia akan menjadi alat kejahatan. Kasus penyadapan itu bukan soal canggihnya alat LIMS, tapi soal bobroknya etika,” tegas Theo.Menurut Theo, GMKI tidak boleh puas menjadi penonton. Di era disrupsi informasi, kader dituntut memiliki tiga kecakapan utama. Pertama, literasi digital dan hukum untuk membedakan kebijakan dan hoaks. Kedua, kompetensi vokasi yang relevan dengan ekonomi baru seperti kendaraan listrik dan fintech. Ketiga, integritas iman dan kebangsaan.”Kalau tiga ini tidak ada, kita akan terus panik setiap ada isu,” ujarnya.Hal senada disampaikan Alfred Salindeho. Ia menyoroti isu PPN transfer bank sebagai contoh nyata literacy gap. Padahal DJP sudah menegaskan transfer personal tidak menjadi objek PPN, tapi publik terlanjur gaduh karena edukasi yang minim.”Ini pekerjaan rumah kita. SDM Bitung dan Sulut harus naik kelas. Jangan habiskan energi ribut di medsos, tapi miskin analisis. Forum kritis seperti inilah yang harus terus dihidupkan,” kata Alfred yang juga Dirut Perumda Air Dua Sudara Bitung ini Diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Kader GMKI Bitung silih berganti bertanya, mulai dari soal krisis kepercayaan terhadap Polri pasca ditetapkannya mantan Kapolri sebagai tersangka, hingga strategi menjaga daya beli kelas menengah.Bagi PC GMKI Bitung, forum ini bukan sekadar diskusi. Ia adalah ruang tempa kader agar Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian tidak hanya menjadi semboyan, tapi menjelma menjadi analisis yang tajam dan gerakan yang lembut di tengah masyarakat.(*)

Berita Terkait:  Kapolres Silaturahmi dengan Koramil 1310-10 Bitung

Komentar