Tujuh Presidium, Tujuh Warna (Membaca KAHMI Sulut ke Depan)

Inilah Tujuh Presidium Kahmi Hasil Muswil 2026(*)

Catatan : dr Masud Idris ,Dari Pedalaman Kalimantan(*)

banner 728x90

Saya kira, menarik membaca komposisi tujuh Presidium KAHMI Sulawesi Utara. Ada Iskandar Kamaru,seorang Bupati yang tentu akrab dengan dinamika pemerintahan dan pelayanan publik. Ada  Mursidin Mokobombang,dari unsur Birokrat, yang memahami bahwa gagasan organisasi pada akhirnya membutuhkan tata kelola dan kemampuan menerjemahkannya menjadi kerja nyata. Ada Zifly Adam, seorang hakim. Kehadirannya memberi warna hukum, integritas, serta perspektif keadilan yang penting bagi organisasi sebesar KAHMI. Ada pula  Madzhabullah Ali,Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara, dengan pengalaman pada wilayah pemerintahan dan kebijakan publik. Kemudian Fickry Darise, seorang notaris, yang membawa perspektif profesional dan kepastian hukum. Hairil Paputungan, dari dunia jurnalistik, tentu memiliki warna tersendiri. Sebab organisasi tidak hanya membutuhkan kemampuan bekerja, tetapi juga kemampuan membaca opini publik, membangun komunikasi, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Dan  Firman Mustika, seorang advokat, melengkapi komposisi tersebut dengan pengalaman dalam dunia hukum dan advokasi.Bila diperhatikan, tujuh nama ini sesungguhnya bukan sekadar tujuh orang.Mereka datang dari beberapa ruang pengabdian: pemerintahan, birokrasi, kehakiman, profesi hukum, jurnalistik, dan advokasi. Namun, Ada satu hal yang rasanya layak menjadi catatan kecil kita bersama.Dari tujuh presidium tersebut, tidak satu pun HMI-wati (Perempuan) yang berada di dalam komposisi Presidium KAHMI Sulawesi Utara. Tentu, ini tidak serta-merta berarti proses pemilihannya keliru.  Kita menghormati mekanisme organisasi dan pilihan forum.Tetapi bagi organisasi kader sebesar KAHMI, saya kira hal ini tetap menarik untuk direnungkan.

Berita Terkait:  Takut Pada Masaa Atau Takut Pada Kritik?
Berita Terkait:  SHADOW OF "PARTAI COKLAT" DI PILKADA 2024

Mengapa..Sebab  keterwakilan perempuan BUKAN semata  mata persoalan memenuhi angka atau sekadar menghadirkan simbol.Di dalam keluarga besar KAHMI terdapat banyak perempuan dengan kapasitas intelektual, profesional, akademik, sosial, dan kepemimpinan yang tidak kalah mumpuni. Karena itu,… Ketikan tujuh kursi presidium seluruhnya diisi laki laki, barangkali pertanyaan yang lebih produktif bukanlah:Mengapa tidak ada perempuan yang terpilih..? Tetapi“Apa yang perlu dilakukan agar kader kader perempuan terbaik memiliki ruang, kesempatan, dan dukungan yang sama untuk tampil dalam kepemimpinan KAHMI pada masa mendatang..? Bagi saya, pertanyaan kedua jauh lebih substantif.. Selamat dan Sukses buat 7 Presidium KAHMI Sulawesi Utara 2026 – 2031.(*)

 

Komentar