MANADO,A-Times- Terobosan baru ditempuh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terkait Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027.
Untuk pertama kali kampus Abu-abu kebanggaan warga Nyiur Melambai ini menerapkan sistem wisuda dua sesi, pagi dan siang.
Sebanyak 1.299 wisudawan dari 11 fakultas dan program pascasarjana resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Kamis (22/10/2026).
Kebijakan dua sesi itu diambil demi mempertimbangkan kapasitas gedung, juga untuk meningkatkan kenyamanan wisudawan dan orang tua.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsrat, Dr. Ir. Arthur G. Pinaria, M.Sc., yang mewakili Plt Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menjelaskan, sistem dua sesi diterapkan untuk menjawab keterbatasan daya tampung auditorium sekaligus mengantisipasi tingginya jumlah peserta wisuda.
“Dulu kita cuma wisuda 900 orang karena daya tampung gedung hanya sampai di situ. Kalau 900 wisudawan ditambah orang tua, dengan asumsi masing-masing membawa tiga orang, jumlahnya bisa mencapai 2.600 orang. Kapasitas maksimal gedung kita 3.000 orang dan tidak bisa lebih karena alasan keamanan,” jelas Arthur kepada wartawan.
Melalui skema dua sesi, pelaksanaan wisuda kali ini dibagi menjadi 706 peserta pada sesi pagi dan 593 peserta pada sesi siang.
Pembagian tersebut dinilai menjadi solusi agar prosesi tetap berjalan tertib tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan seluruh undangan.
Dampaknya pun dirasakan dari sisi durasi acara. Sesi pagi berlangsung sekitar dua jam, sedangkan sesi siang hanya sekitar satu setengah jam.
Arthur menegaskan, pola pelaksanaan dua sesi berpeluang dipertahankan pada wisuda berikutnya, terutama jika jumlah peserta melampaui 700 orang.
Dalam sambutan rektor yang disampaikan Arthur, wisudawan diingatkan agar senantiasa menjaga nama baik almamater ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga menjadi representasi Universitas Sam Ratulangi di lingkungan masing-masing.
Momentum wisuda yg berlangsung pada Oktober juga dinilai memiliki makna kebangsaan tersendiri. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi para lulusan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga semangat persatuan.
“Diharapkan para wisudawan ini, pertama, ketika mereka lulus, menjaga almamater karena mereka mewakili almamater Unsrat. Kedua, momentum bulan Oktober ini berhubungan dengan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda. Diharapkan betul-betul mereka bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menggelorakan Sumpah Pemuda,” pungkas Arthur.
DATA PESERTA WISUDA
S3banyak 706 wisudawan mengikuti prosesi pada sesi pagi. Peserta berasal dari program pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Ilmu Budaya.
Sementara itu, 593 wisudawan mengikuti sesi siang, yang diikuti peserta dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.(arz)





























Komentar