Rekatkan Silaturahmi Komunitas Primadona Bukber Hingga Taraweh, Kultum Hi Abid Urai Keistimewaan Ramadhan

A-Times.id,Manado- Jelang waktu berbuka puasa pada Selasa (10/03/2026) suasana di Kedai Kopi Primadona Manado, terasa berbeda.

Ternyata sore itu kafe yang ramai pengunjung, mengadakan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama.
Acara dimulai sekira pukul 17.20 Wita. Diawali ucapan selamat datang sekaligus rasa syukur dari owner Primadona Kafe, Hi Salahuddin Ganggong.

“Alhamdulillah atas rahmat yang diberikan Allah SWT kepada kita sekalian. Terima kasih kepada bapak dan ibu telah hadir di buka puasa bersama di Primadona Kafe,”ucap Hi Udin sapaannya.

Kata Hi Udin, buka puasa dan silaturahmi bertepatan juga pemberian bingkisan acara lomba gaplek yang motivasinya silaturahmi.

“Secara kebetulan kami mengadakan lomba main gaplek antar komunitas pengunjung Primadona Kafe. Yang bingkisannya diserahkan bersamaan buka puasa bersama,”tuturnya.

Pembawa tausyiah kultum jelang berbuka dibawa Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Hi Abid Takalamingan SSos MH.

Aba Abid sapaan akrabnya mengulas kemuliaan Ramadhan. Semua ibadah di bulan suci ini, nilai pahalanya dilipat gandakan oleh Allah SWT dibanding ibadah yang sama di bulan lainnya.

Berita Terkait:  Gubernur OD Pimpin Gelar Pasukan Pengamanan Nataru

Apalagi di Al Quran disebutkan jika mereka yang berpuasa bulan Ramadhan dengan sungguh sungguh akan bertemu malam kemuliaan yang disebut Lailatul Qadar

Abid juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW,’ Man shoma Ramadhan imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih.

Owner Primadona Kafe Hi Salahuddin Ganggong

“Nilai pahalanya kita masing masing tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Karena hanya ibadah puasa Ramadhan kata Allah untuk Dia,”kata Aba Abid.

Selanjutnya kata mantan ketua Baznas Sulut ini, ada peristiwa penting di bulan Ramadhan. Di antaranya perang Badar di tahun ke 2 hijrah Nabi ke Madinah tahun 624 M.

“Perang Badar saat itu terjadi pada 17 Ramadhan,”katanya.

Makin dekat saat buka puasa, para pengunjung terus bertambah. Tampak sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda muslim ikut bergabung. Sebut saja Staf Khusus Gubernur Sulut Mazhabullah Ali, Staf Khusus Bupati Bolmong Ismail Dahab, Pimred Manado Post Digital Hairil Paputungan, tokoh Kahmi Sulut Ridwan Syawie, Ustadz Donald Dunggio, Notaris Taufik Adam, Manager Rumah Makan Pasir Putih Hi Iksan Wakid, pengurus BKPRMI Sulut Noho Poiyo, Indra Bilondatu, Jufri Pilomonu, Ismail Lahay, pengusaha muda Zulkifli Syawie, Gadri Syawie, Fikry, pengusaha ikan Tuna Rendy Tomajahu

Berita Terkait:  Sulut Menuju Gerbang Asia-Pasifik

Di akhir kultum Abid menyentil sedikit tentang balasan Allah kepada hambanya yang istiqomah jalan ibadah Ramadhan. Yaitu derajat ketaqwaan. Ganjarannya berlipat ganda.

“Kalau dicontohkan saat kita setia dan komitmen dengan pilihan, kemudian apa yang diperjuangkan berhasil, maka sangat pantas jika diberi imbalan,”tuturnya.

Sebelum waktu berbuka puasa pukul 17.56, Ustadz Donald Dunggio memandu dengna zikir dan doa berbuka puasa.

Usai buka puasa dan sholat Magrib berjamaah, dilanjutkan sholat Isya Taraweh Witir. Di sela sholat, Ustadz Donal Dunggio yang menjadi imam sholat, menyampaikan kultum tentang kisah Nabi Ibrahim yang diuji Allah SWT tentang kecintaan kepada Allah melebihi istri, anaknya dan hartanya berupa puluhan ribu domba dan 12 ribu ekor yang tugasnya menjaga domba.

“Allah mengutus Malaikat Jibril dengan menyamar, untuk menguji julukan Holilullah atau kekasih Allah,”ucapnya.(sal)

Komentar