Harga Hortikultura Melonjak, NTP Sulut Naik Jadi 128,32 di September 2026

A–TIMES,MANADO—Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada September 2026 tercatat 128,32, naik 1,20 persen dibanding Agustus 2026 yang sebesar 126,80. Capaian ini menunjukkan daya beli petani masih di atas 100 atau dalam kondisi surplus. Kepala BPS Sulut  Wantekhi menyampaikan, kenaikan NTP terutama didorong oleh subsektor hortikultura yang melonjak l25,24 persen seiring naiknya harga komoditas  tomat dan cabai rawit di tingkat petani. Sebaliknya, empat subsektor lain justru mengalami penurunan. NTP subsektor perikanan turun 0,95 persen, perkebunan rakyat turun 0,93 persen, peternakan turun 0,70 persen, dan tanaman pangan turun 0,42 persen. Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang menggambarkan kemampuan petani menutup biaya produksi, juga menguat signifikan 6,64 persen  menjadi 140,06 dari bulan sebelumnya 131,34. “Kenaikan NTUP ini menunjukkan usaha pertanian di Sulut semakin menguntungkan, karena kenaikan harga yang diterima petani lebih tinggi dari kenaikan biaya produksi,” ujar.Wantekhi . Penguatan di sektor hortikultura menjadi penopang utama di tengah tekanan pada subsektor perkebunan dan perikanan yang masih terkoreksi pada September 2026.(*)

Berita Terkait:  Percepat Digitalisasi, BI Dorong Ekonomi Daerah Lebih Produktif dan Inklusif

Komentar