IMPIAN Anang Rizka Noor telah terwujud. Presiden Direktur (Presdir) PT JResources Bolaang Mongondow (JRBM) itu pernah bermimpi ingin jadi wartawan Majalah Tempo.
Sayang ayah tiga anak itu, gagal bergabung dengan Tempo.
Kegagalan Anang telah ditebus pekan lalu. Pria kacamata minus sukses ‘memaksa’ para wartawan senior Majalah Tempo datang ke Bolmong.
Tularkan pengalaman dan pengetahuan menulis para wartawan Bolmong raya.
“Dendam saya akhirnya terbalaskan.” Sambil ketawa meledek kata Anang
“Puas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,” ucap Anang tertawa bareng Januar, Filip Parera dan mas Boy.
Tempo dan Anang sepakat. Majalah Tempo mengutus Tempo Institut (TI) menggelar pelatihan jurnalistik bentuk Storytelling dan feature.
Di sambutan pembukaan pria yang akrab dengan semua kalangan menyentil tujuan lain untuk mendukung program Enviromental, Social Goverment (ESG ) JRBM.
Puluhan wartawan Bolmong raya diajak. Terkumpul sekira 20 jurnalis dari beragam media lokal. Ketambahan dua wartawan dari PWI Sulut dan Jaringan Independen Pewarta Sulut (JIPS).
Mereka digembleng selama tiga hari oleh instruktur Tempo Institut (TI). Dari Selasa berakhir Kamis (15-17/09/2026) di ruang Kinalang Sutan Raja Hotel Kotamobagu.
JRBM memilih tema cukup filosofis. Menggali Cerita Mengangkat Makna (bentuk Storytelling untuk penulisan ESG yang berdampak!)
”Kegiatan ini semoga membawa manfaat untuk para wartawan di Bolmong. Kami berharap para wartawan bisa menulis cerita tentang ESG . Karena kita juga butuh kritik apa adanya. Pelatihan ini sekaligus membalas utang saya karena gagal menjadi wartawan,”tutur Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor disambut tawa yang hadir.
Usai pembukaan singkat, Anang yang pernah ditunjuk Kepala Humas PT Pertamina era Dirut Karen Agustiawan menjelaskan garis besar bisnis tambang .
Dia juga menjelaskan bertumpuk kewajiban JRBM. Dari aneka pajak sampai royalti.
“Royalti ke pusat 16 persen dari produksi. Nanti pusat relokasi dananya ke daerah penghasil 32 persen, daerah sekitar 32 persen, sisanya pusat dan provinsi,”ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan dalam empat sesi. Hari pertama diawali materi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) oleh Yudono Januar.
Dengan runut terstruktur Januar menjelaskan KEJ. Dia ikut mencontohkan kasus Tempo saat aktif di Tenpo.
Mantan editor rubrik daerah Majalah Tenpo mengingatkan karya jurnalistik harus obyektif, independen dan berimbang.
”Bagaimana cara anda mencari solusi ketika berita anda diadukan ke Dewan Pers. Dengan alasan narasumber keberatan diwawancarai via telepon,”tantang Januar.
Usai KEJ, siang harinya Purwani Diyah Prabandani menyampaikan materi Stright News dan feature.
Mantan Managing Editor Tempo English mereview sekalian merefresh dasar dasar menulis. Teknik menulis yang terstruktur dalam bentuk piramida terbalik. Cara menulis plot berita. Menulis dalam bentuk stright News, feature hingga news story .
“Satu hal adalah menentukan lead berita. Karena judul berita biasa tergambar di lead. Data juga harus akurat. Harus gunakan kalimat aktif,”jelasnya.
Di hari kedua materi pelatihan Storytelling dibawakan wartawan kawakan Filipus Parera. Pria kepala agak plontos menjelaskan apa beda Storytelling dan feature.
Bagaimana teknik menulis Storytelling. Sistematika menulis di setiap alinea . Parera juga membubui dengan pengalaman saat meliput skandal besar.
”Tekhnik Storytelling harus membuat pembaca seolah olah merasakan dan melihat fakta yang kita tulis . Kita harus menggunakan semua panca indera. Termasuk indra penciuman,”sentilnya.
Lebih seru lagi materi terakhir pelatihan foto berita. Pemateri editor foto Majalah Tempo Gunawan Teknik dan gaya menjelaskan fotografer andal ini menampikan foto karyanya yang dapat penghargaan.
Usai inhouse training, para peserta praktik memotret di sekitar lokasi. Karya para wartawan ditampilkan dan diberi nilai oleh Mas Gun dan tim.
Selama tiga hari, para peserta yang sudah berpengalaman begitu antusias menyimak semua materi.
Tidak ada rasa jenuh apalagi capek. Padahal materinya rada rada berat. Kelihatan dari pancaran wajah ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut Cinthya dan lainnya tetap fresh.
Tim fasilitator TI Boy mampu menghidupkan suasana. Supaya lebih seru peserta dibagi empat grup. Masing masing grup diberi mama.
Games games yang diselipkan di antara materi sukses memancing keaktifan peserta. Mereka lebih semangat karena ada ganjaran poin.
Acapkali jawaban mereka dibumbui jok dan saling ledek. Beberapa peserta tampil lucu.
Salah satunya Suryadi alias Yadi. Wartawan Sulawesikini.com menjadi ikon grup Bulawan. Kelihatan lucu setiap kali dia bicara.
Yang paling seru ketika tim fasilitator akan memberi nilai ke masing masing kelompok. Pasti akan ada saling ledek.
Presdir Anang dan Tim pendamping dari Humas JRBM Lita Regina Lubis dan Fauzi Permata turut larut menikmati suasana.
Sesekali Anang ikut mengomentari jika peserta memberi pandangan mereka.
Pelatihan ditutup Kamis sore. Tapi acara masih lanjut malam harinya di salah satu kafe and resto.
Usai ramah tamah. Regina dan Fauzi mengumumkan hasil pemenang. Untuk siapa pemenang sudah diprediksi. Selain grup, JRBM memberi hadiah untuk 6 peserta.
Seluruh rangkaian acara berakhir penuh sukacita.(sal/*)




























Komentar