Danrem 131/Santiago dan BI Sulut Jalin Sinergi Jaga Harga Pangan Tetap Stabil 

A–TIMES,MANADO–+Korem 131/Santiago dan Bank Indonesia Perwakilan Sulut duduk satu meja, memastikan harga bahan pokok di pasar tetap terkendali dan ketahanan pangan di Sulut makin kuat.  Pertemuan itu digelar di  Kantor Perwakilan BI Sulut, Jumat (4/9/2026). Hadir Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahit  bersama Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto. Turut mendampingi Kasiren Korem Kolonel Inf Wasono Handayani serta Dua Deputi Kepala BI Sulut Darmawan Hutabarat dan Purwanto.  Dalam pertemuan tersebut, Danrem menegaskan komitmen TNI AD mengawal program prioritas nasional yang langsung menyentuh rakyat. “Kami menerjunkan prajurit langsung ke lapangan untuk mendampingi petani, peternak, dan nelayan. Tujuannya sederhana, produktivitas naik, pasokan lancar, harga tidak liar,” tegas Brigjen Yuri.  Pendampingan itu bagian dari dukungan TNI terhadap 4 program besar: *Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Jembatan Garuda, dan Manunggal Air Bersih. Fokus utamanya penguatan sektor pangan dari hulu. Menurut Danrem, ketika pasokan di tingkat produsen aman, maka gejolak harga di pasar bisa ditekan lebih awal.  Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menyambut baik langkah Korem. Ia menyebut kolaborasi ini sejalan dengan tugas BI menjaga stabilitas harga. “Pengendalian inflasi tidak bisa jalan sendiri. Butuh sinergi di lapangan. Saat TNI membantu menjaga produksi, BI bersama Pemda fokus pada distribusi dan keterjangkauan harga. Ini paket lengkap untuk Sulut” ujar Joko.  Data BI menyebut inflasi Sulut pada Triwulan I 2026 masih terjaga di 2,20% yoy, dalam sasaran nasional. Namun tantangan harga pangan, terutama hortikultura, masih jadi perhatian karena sempat menekan pendapatan petani. Sinergi ini diharapkan memberi efek berantai. Prajurit membantu petani meningkatkan hasil. BI dan Pemda memastikan rantai distribusi efisien. Hasil akhirnya: stok aman, harga stabil, dan daya beli masyarakat terjaga. “Ini bukan sekadar kerja instansi. Ini soal memastikan ibu-ibu di pasar tidak kaget dengan harga cabai, dan anak-anak di sekolah bisa dapat makan bergizi dengan bahan pangan lokal,” tutup Danrem. Dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, Korem 131/Santiago dan BI Sulut optimistis stabilitas ekonomi Sulut bisa dijaga berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat “Bumi Nyiur Melambai”.(*)

Berita Terkait:  Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sulut BI, Bea Cukai dan lainnya,Kolaborasi Support Direct Call Bitung -China 

Komentar