BI dan PKK Sulut,Lawan Inflasi Dengan Gerakan Tanam Cabai

A–TIMES,MANADO– Tingginya Inflasi di Sulawwsi Utara terus menjadi perhatian khusus Bank Indonesia. Bersama TP-PKK Provinsi, Kabupaten dan Kota, BI Sulut resmi meluncurkan Gerakan Tanam Cabai. Langkah ini dinilai strategis. Selama ini inflasi Sulut sangat dipengaruhi komoditas hortikultura, terutama cabai dan tomat.Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mengungkapkan fakta menarik. Konsumsi cabai masyarakat Sulut mencapai 3 hingga 4 kali lipat dari rata-rata nasional. Sementara pasokan lokal belum stabil dan sangat rentan cuaca.”Ketika pasokan tersendat sedikit, harga langsung melonjak,” ujarnya.Karena itu, solusi yang ditawarkan dimulai dari pekarangan rumah. Masyarakat diajak menanam cabai di pot, polybag, atau lahan pekarangan. Selain menekan pengeluaran rumah tangga, gerakan ini membangun kemandirian pangan di tingkat keluarga.Secara ekonomi, gerakan ini adalah intervensi dari sisi suplai. Jika setiap rumah tangga punya cadangan cabai sendiri, tekanan permintaan di pasar berkurang dan gejolak harga bisa diredam. Stabilitas harga pun lebih terjaga dalam jangka panjang.BI berharap gerakan sederhana ini menjadi budaya. Bukan sekadar menanam, tapi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas inflasi daerah dari rumah sendiri.(*)

Berita Terkait:  Lonjakan Harga Cabai Picu Inflasi 8,07 persen

Komentar