Ayatollah Baru Telah Terpilih, Namanya Ditakuti Trump

A-Times.id,Teheran- Teka teki kandidat pemimpin besar Republik Islam Iran akan terungkap dalam waktu dekat. Calon pengganti Ayatollah Ali Khamenei telah ada.

Imam besar Iran ini dipilih secara mufakat oleh  Majelis Ahli Iran Minggu (08/03/2026). Akan  tetapi nama tokoh yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei tersebut belum diumumkan secara resmi. Anggota Majelis Ahli Ahmad Alamolhoda mengatakan, proses pemungutan suara sudah selesai dan seorang pemimpin telah dipilih.

“Pemungutan suara untuk menunjuk pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah dipilih,” ujar Alamolhoda, seperti dikutip kantor berita Mehr Iran, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, sekretariat majelis akan menyampaikan nama pemimpin terpilih pada waktu yang akan diumumkan kemudian. Anggota Majelis Ahli lainnya, Mohammad Mehdi Mirbagheri, juga memastikan bahwa kesepakatan mayoritas telah tercapai.

Berita Terkait:  MENUJU PEMILU 2024 - YASTI BACK TO SENAYAN

“Pendapat tegas yang mencerminkan pandangan mayoritas telah tercapai,” kata Mirbagheri dalam video yang disiarkan kantor berita Fars Iran. Dikutip dari kantor berita AFP,

Majelis Ahli merupakan lembaga ulama yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi Iran, jabatan pemegang otoritas politik dan agama paling tinggi di negara tersebut, serta memiliki keputusan akhir atas seluruh urusan negara. Sejumlah anggota majelis lainnya juga mengonfirmasi bahwa keputusan telah diambil.

Mohsen Heydari, yang mewakili Provinsi Khuzestan dalam badan seleksi itu, menyebut mayoritas anggota telah menyepakati sosok kandidat.

Berita Terkait:  Sarbin Sehe: Asrama Haji Tidak Dilarang Bagi Siapapun Berkunjung Saat CJH Datang dan Pulang

“Kandidat paling cocok, yang disetujui oleh mayoritas Majelis Ahli, telah ditentukan,” kata Heydari, menurut kantor berita ISNA Iran. Ia juga menyinggung bahwa pihak luar turut menyoroti proses tersebut.

“‘Setan Besar’ pernah menyebut nama yang kemudian terpilih ini,” tambahnya, mengacu pada julukan untuk Amerika Serikat (AS).

Salah seorang anggota majelis bahkan mengisyaratkan kemungkinan putra mendiang pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, menjadi penerus. Mojtaba sejak lama memang digadang-gadang menjadi calon pengganti ayahnya yang menjabat sejak 1989.(kompas)

Komentar