SEPAKBOLA tak sekadar olahraga. Di iven sebesar Porprov Sulut, sepakbola adalah pembeda. Sarat gengsi dan emosi untuk warga Manado. Berikut ini catatan sangat dalam dari Ketua PSSI MANADO.
“Anak-anakku”, hari ini kita belajar sesuatu yang penting bahwa pertandingan bukan ditentukan oleh 30 detik pertama.
Kita sempat blunder cepat, iya tapi lihat bagaimana kita bangkit di menit ke-15 babak kedua.
Itu bukan kebetulan.
Itu adalah karakter.
“Anak-anakku”, ketahuilah bahwa tim besar bukan tim yang tidak pernah jatuh. Tim besar adalah tim yang selalu bangkit dalam keadaan apapun.Hari ini kita sudah membuktikan bahwa kita punya nyali untuk kembali berdiri.
Kita punya hati untuk terus menekan. Kita punya keberanian untuk tidak menyerah meski keadaan sempat menekan kita.
Ingat baik-baik: Gol cepat itu hanya ujian. Bangkitnya kita adalah jawaban.
Setiap tekel kalian, setiap sprint,setiap umpan, setiap keringat—
semua itu menunjukkan bahwa kita bukan tim yang mudah goyah.
Kita bermain dengan kebanggaan, Kita bertarung dengan harga diri.
Hari ini kita tunjukkan bahwa Manado tidak jatuh hanya karena satu momen.Kita punya 90 menit untuk menentukan siapa kita, dan kalian membuktikan itu dihadapan khalayak bahwa kalian bermental baja.
Pertandingan berikutnya adalah final.
Kita datang bukan sebagai tim yang ragu, tapi sebagai tim yang sudah tahu bahwa bahkan ketika kita jatuh terpuruk
kita akan bangkit lebih keras.
Terus fokus. Terus disiplin.
Terus percaya diri dan jangan takabur.
Karena dengan hati yang menyala,
langkah kita tidak akan pernah dihentikan.
Dan sebagai insan yang percaya kita yakin bahwa Tuhan Yang Kuasa selalu berpihak kepada mereka yang bersungguh-sungguh.Mari hadapi partai final senin besok dengan kepala tegak dan semangat yang membara.
Salam Sepak Bola.(*)
Semua tanggapan:
Abdul Aziz Daipaha, Salma Maaruf dan 48 lainnya





























Komentar