A–TIMES,MANADO–Musyawarah Wilayah Korps Alumni HMI Sulawesi Utara yangbdigelar Sabtu(31/10/2026) di Swiss Bell Hotel Manado mengakhiri kontestasi dengan menetapkan tujuh presidium. Di antara 15 calon yang berkompetisi, Iskandar Kamaru meraih 11 suara dan masuk dalam formatur terpilih bersama Jifly Z. Adam, Hairil Paputungan, dan Mursidin Mokobombag dengan perolehan suara yang sama. Bagi Iskandar, angka 11 bukan sekadar capaian elektoral. Itu adalah representasi kepercayaan kolektif yang harus diterjemahkan menjadi kerja organisatoris. Ia menegaskan bahwa presisi demokrasi internal KAHMI tidak boleh berhenti pada seremoni kemenangan. “Ini bukan tentang kemenangan, melainkan bagaimana kemenangan itu mampu membawa KAHMI Sulut ke depan, untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ujar Iskandar. Menurutnya, Muswil harus dibaca sebagai fase konsolidasi, bukan fragmentasi. Kompetisi adalah instrumen demokrasi, sementara persaudaraan adalah fondasi keberlanjutan organisasi. Karena itu ia menekankan pentingnya merawat kekompakan,Persatuan dan keutuhan keluarga besar KAHMI pasca-pemilihan. Perbedaan preferensi politik internal, kata dia, tidak boleh terkonversi menjadi polarisasi yang menggerus modal sosial hijau hitam yang telah dibangun lama. “KAHMI tidak hanya membutuhkan presidium yang terpilih secara prosedural, tetapi kepemimpinan yang mampu merangkul, menyintesis gagasan, dan menghadirkan kohesivitas,” tuturnya.Tujuh presidium terpilih kini dihadapkan pada tantangan yang lebih substantif: mentransformasikan legitimasi suara menjadi agenda pengabdian yang terukur. Publik tidak menunggu siapa yang menang, melainkan sejauh mana KAHMI mampu memberi kontribusi nyata bagi tata kelola daerah dan pemberdayaan umat.”Berbeda dalam pilihan, bersatu dalam pengabdian. Itu esensi KAHMI,” pungkas Iskandar diamini Jifly Z.Adam dan Presidium lainya seraya kompak menjalankan amanah yang sudah dipercayakan. (lily)
11 Suara Jadi Amanah, Iskandar Kamaru Tekankan Kekompakan Pasca-Muswil KAHMI Sulut

































Komentar