Stok Menipis, Harga Melonjak,  Jaga Keseimbangan Pasar,Pemprov Datangkan 2,5 Ton Cabai Probolinggo 

A–TIMES+TIMES,MANADO—Di saat harga cabai rawit masih bertahan tinggi di pasar tradisional, Pemprov Sulawesi Utara bergerak cepat. 2,5 ton cabai rawit segar asal Probolinggo, Jawa Timur kembali didatangkan dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado Minggu (20/9/2026). Pasokan tambahan ini disiapkan untuk menutup kekosongan stok yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, yang ikut mendorong laju inflasi daerah.  Kepala Dinas Pangan Sulut Rahel Ruth Rotinsulu menjelaskan, intervensi pasokan dari luar daerah ini bersifat sementara dan terukur.”Ini langkah untuk menjaga keseimbangan pasar. Ketika stok lokal belum cukup, kita bantu dengan pasokan dari luar supaya masyarakat tidak terbebani harga mahal. Petani kita tetap jadi yang utama,” ungkap Rahel. Ia menambahkan, cabai asal Probolinggo punya keunggulan yang sesuai selera Sulut – pedasnya pas, tidak mudah busuk, dan ukurannya disukai pembeli.Dari sisi pengendalian inflasi, Bank Indonesia Perwakilan Sulut. memastikan distribusi lebih terarah. Deputi BI Sulut Purwanto mengatakan seluruh pasokan tidak disebar merata, melainkan difokuskan.  “Kita arahkan ke daerah-daerah yang menjadi sampel inflasi. Karena stok terbatas, kita prioritaskan Manado dua pasar, lalu Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Kotamobagu. Tujuannya supaya dampaknya langsung ke angka inflasi,” kata Purwanto.  Kondisi ini memang mendesak. BPS mencatat inflasi Sulut Agustus 2026 sebesar 0,29 persen secara bulanan, dengan akumulasi Januari-Agustus 3,68 persen. Dari angka itu, cabai rawit saja menyumbang 0,33 persen, menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar.  Untuk mencegah penimbunan dan permainan harga, Satgas Pangan Polda Sulut turun mengawal sejak cabai turun dari pesawat hingga tiba di tangan pedagang pasar. Pemerintah berharap tambahan 2,5 ton ini bisa menahan laju kenaikan harga, menjaga daya beli warga, sembari mendorong produksi petani lokal agar kembali optimal di musim tanam berikutnya.(*)

Berita Terkait:  Layani Kebutuhan Warga saat Ramadhan- Idul fitri,BI Sulut Siapkan Rp1,5 Triliun diloket penukaran uang

Komentar