Jaga Harga Cabai Tetap Stabil, Pemprov dan BI Datangkan Pasokan 2,4 ton dari  Jawa Timur 

A–TIMES,MANADO—Cabai rawit yang dalam sepekan terakhir  membuat harga di pasar bergerak, mulai dijaga pasokannya. Pemprov Sulut bersama Bank Indonesia (BI) mendatangkan 2,4 ton cabai rawit merah varietas Patalan langsung dari sentra Probolinggo, Jawa Timur ke Manado. Ini bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)  untuk memastikan harga pangan tetap terjaga di batas wajar. Pengiriman dilakukan lewat jalur udara Probolinggo  Bandara Juanda – Bandara Sultan Hasanuddin Makassar – Bandara Sam Ratulangi Manado. Cabai ditargetkan tiba Senin (14/9/2026) malam dan langsung masuk pasar Selasa (15/9/2026) pagi saat pasar buka. Biaya angkutnya difasilitasi skema reimburse Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Bank Indonesia. Skema ini memang disiapkan untuk memperlancar aliran pangan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.  Pemprov menargetkan harga jual ke masyarakat bisa ditahan di maksimal Rp57.000 per kilogram, sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP). Angka itu sudah dihitung dengan margin wajar untuk distributor dan pengecer. “Tujuannya supaya pasokan ada, harga tidak melonjak, dan rantai distribusi tetap jalan sehat,” ujar perwakilan TPID Sulut. Di tahap awal, 2,4 ton cabai ini tidak disebar merata ke seluruh Sulut. Fokusnya di tiga wilayah pemantauan inflasi: Kota Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.  Distribusi dilakukan lewat pedagang utama pasar yang terdaftar di SP2KP. Setiap pengecer yang akan menjual juga didata lebih dulu, supaya mudah dipantau.  Untuk Manado, pusat pembagian ada di Pasar Bersehati  Sementara untuk Minut dan Minsel, pengiriman akan dikawal langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan pada dini hari Selasa.Sekitar pukul 06.30 WITA cabai ditargetkan sudah mulai disalurkan ke pedagang.  Mengantisipasi  permainan harga, pengawasan diperketat. Satgas Pangan bersama TPID dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi akan mengawal dari penerimaan hingga penjualan. Senin malam, tim TPID akan siaga di Manado untuk proses penerimaan. Selasanya, tim gabungan turun ke lapangan memastikan harga di tingkat pengecer tetap sesuai kesepakatan. “Cabai yang difasilitasi ini harus benar-benar memberi manfaat ke masyarakat. Tidak ada ruang untuk jual di atas harga yang sudah ditetapkan,” tegas TPID.  Langkah ini menjadi bukti sinergi Pemprov Sulut, BI, Satgas Pangan, dan pelaku usaha pasar. Dengan pasokan tambahan dari daerah sentra seperti Probolinggo, selisih harga produsen dan konsumen diharapkan makin tipis.  Di saat harga pangan sensitif, Pemprov mengajak semua pedagang untuk jaga bersama. Ikuti HAP, ambil untung wajar, dan pastikan kebutuhan dapur masyarakat tetap terjangkau.(*)

Berita Terkait:  Widya Masengi: Fasilitasi Perempuan Pelaku UMKM Lewat PETAHANA
Berita Terkait:  Indosat Optimalkan Layanan Telekomunikasi Cepat dikawasan Timur Indonesia

 

Komentar

Rekomendasi Berita